Menu

Mode Gelap
Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD Perbaiki Alat Elektronik, Warga Ini Meninggal Dunia Bersimbah Darah

Peristiwa · 3 Nov 2021 19:13 WIB

Nasi Kotak PSI Penyebab Keracunan Warga Koja Terkontaminasi Bakteri


 Nasi Kotak PSI Penyebab Keracunan Warga Koja Terkontaminasi Bakteri Perbesar

NASIONAL – Nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dibagikan di Kampung Beting, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang menyebabkan keracunan massal warga setempat diduga karena makanan kurang matang dan kurang higienis.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan, hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta terhadap sampel nasi kotak yang diduga menyebabkan 35 warga mengalami muntah dan mual itu, ternyata mengandung bakteri Escherichia coli melebihi batas normal.

BACA LAINNYA  Tinggalkan Debt Collector Tagih Cicilan, Seorang Pria Nekat Akhiri Hidup Kantongi Surat Wasiat

“Makanannya tidak kadaluwarsa tapi tidak higienis,” kata Yudi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (03/11/2021).

Menurut Yudi, dugaan penyebab kontaminasi bakteri E.coli pada sampel nasi kotak karena pengolahan bahan makanan yang dilakukan juru masak kurang bersih, sehingga tidak menghilangkan kontaminasi bakteri di dalam makanan.

“Kurang bersih dan kurang matang, kan bisa. Karena kurang higienis, maka ada bakteri E.coli, jadi bukan karena kedaluwar
sa,” katanya.

BACA LAINNYA  Geger !!! Seorang Istri Temukan Suaminya Gantung Diri di Pondok Kebun Sawit

Yudi juga mengklarifikasi pernyataan di sejumlah media massa, yang sebelumnya memberitakan bahwa pengujian sampel nasi kotak PSI dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut dia, petugas BPOM memang mendampingi petugas Puskesmas mendatangi lokasi warga yang keracunan dan pengambilan sampel makanan pada Selasa (26/10) lalu. Selanjutnya, sampel makanan tersebut dibawa petugas Puskesmas ke Labkesda.

BACA LAINNYA  Diberi Umpan Kambing, Harimau Terkam Warga Berhasil Ditangkap

Labkesda kemudian mengeluarkan hasil pengujian sampelnya pada 29 Oktober 2021. Dari hasil pemeriksaan, sejumlah sampel dari nasi, telur, buncis, dan selada, oleh Labkesda, terdapat kontaminasi E.coli yang melebihi ambang batas nilai normal.

“Normal misal 1×10′, bila lebih dari 1×10′ dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah,” kata Yudi.

sumber: ANTARA

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perbaiki Alat Elektronik, Warga Ini Meninggal Dunia Bersimbah Darah

4 Desember 2021 - 07:58 WIB

Niat Mau Pesan Kopi, Tukang Pangkas Rambut Temukan Nenek Sudah Meninggal Dunia

29 November 2021 - 14:39 WIB

Lakalantas di Simpang Terusan, Siswa Ini Bersimbah Darah

27 November 2021 - 14:14 WIB

Seringnya Kemunculan Buaya, Meresahkan Warga Marosebo Ulu

26 November 2021 - 19:45 WIB

Warga Tanjabtim Dihebohkan Dengan Penemuan Warga Gantung Diri

19 November 2021 - 13:37 WIB

2 Hari Hilang Misterius, Begini Pengalaman Mistis Pedagang Bakso

18 November 2021 - 23:12 WIB

Trending di Peristiwa