Menu

Mode Gelap
Irwasum Komjen Pol Agung Maryono Gowes ke Candi Muaro Jambi Atlet Jambi Raih 14 Medali di Sea Games Vietnam Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian, Kapolres Hasan Bilang Gini Bersama Al Haris, Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Irwarsum Komjen Pol Agung Budi Maryoto Awas!! Plafont Gedung Dinas Pendidikan di Batanghari Banyak Yang Ambruk

Peristiwa · 3 Nov 2021 19:13 WIB

Nasi Kotak PSI Penyebab Keracunan Warga Koja Terkontaminasi Bakteri


 Nasi Kotak PSI Penyebab Keracunan Warga Koja Terkontaminasi Bakteri Perbesar

NASIONAL – Nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dibagikan di Kampung Beting, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang menyebabkan keracunan massal warga setempat diduga karena makanan kurang matang dan kurang higienis.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan, hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta terhadap sampel nasi kotak yang diduga menyebabkan 35 warga mengalami muntah dan mual itu, ternyata mengandung bakteri Escherichia coli melebihi batas normal.

BACA LAINNYA  Kucing Besar Ini Bikin Ulah di Pemayung, Camat Himbau Masyarakat Untuk Hati-hati

“Makanannya tidak kadaluwarsa tapi tidak higienis,” kata Yudi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (03/11/2021).

Menurut Yudi, dugaan penyebab kontaminasi bakteri E.coli pada sampel nasi kotak karena pengolahan bahan makanan yang dilakukan juru masak kurang bersih, sehingga tidak menghilangkan kontaminasi bakteri di dalam makanan.

“Kurang bersih dan kurang matang, kan bisa. Karena kurang higienis, maka ada bakteri E.coli, jadi bukan karena kedaluwar
sa,” katanya.

BACA LAINNYA  Pohon Besar Tumbang ke Ruas Badan Jalan Jalinsum Jambi - Merlung Macet

Yudi juga mengklarifikasi pernyataan di sejumlah media massa, yang sebelumnya memberitakan bahwa pengujian sampel nasi kotak PSI dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut dia, petugas BPOM memang mendampingi petugas Puskesmas mendatangi lokasi warga yang keracunan dan pengambilan sampel makanan pada Selasa (26/10) lalu. Selanjutnya, sampel makanan tersebut dibawa petugas Puskesmas ke Labkesda.

BACA LAINNYA  Laka Tunggal, Mobil Truk Sayur-sayuran Masuk Jurang

Labkesda kemudian mengeluarkan hasil pengujian sampelnya pada 29 Oktober 2021. Dari hasil pemeriksaan, sejumlah sampel dari nasi, telur, buncis, dan selada, oleh Labkesda, terdapat kontaminasi E.coli yang melebihi ambang batas nilai normal.

“Normal misal 1×10′, bila lebih dari 1×10′ dapat berdampak pada organ pencernaan manusia seperti diare dan muntah-muntah,” kata Yudi.

sumber: ANTARA

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Geger!!! Ibu Rumah Tangga Ditemukan Bersimbah di Dapur

22 Mei 2022 - 21:19 WIB

Masya Allah… Ibu di Muaro Jambi Melahirkan Bayi Kembar Tiga

22 Mei 2022 - 20:22 WIB

Sadis!! Warga Marosebo Ulu, Batanghari Ditemukan Dengan Leher di Gorok

13 Mei 2022 - 06:24 WIB

Antar Istri ke Kota Jambi, Pulangnya Rumah di Bobol Maling

30 April 2022 - 15:24 WIB

Mahasiswi FKIP Universitas Jambi Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Kos

28 April 2022 - 08:33 WIB

Mengindap Penyakit Stroke, Warga Bajubang Laut Terabaikan, Ini Kata Kades

21 April 2022 - 12:29 WIB

Trending di Peristiwa