LIVE TV
Tugu Keris Kembali Ditutup, Puluhan Pedagang Datangi Kantor Camat Kota Baru Viral Curhatan Wanita Hamil di Luar Nikah, Kekasih Tak Mau Tanggung Jawab Mantapkan Langkah Demi Desanya, Komaruzzaman Daftarkan Diri Sebagai Cakades Pulau Tak Bisa Berlayar Karena Kendala Izin, 8 Kapal Ini Terkatung-Katung, Kemana Pemerintah? Diduga Ada Permainan, Komisi II DPRD Tanjabbar Bakal Panggil Dinas PH

Home / Peristiwa

Jumat, 7 Mei 2021 - 21:29 WIB

Nongkrong Cari Angin, Kakek 73 Tahun Didenda Hingga Rp 17 Juta Gegara Ini

Seorang kakek berusia 73 tahun yang terkena denda lantaran jalan-jalan di masa pembatasan yang diberlakukan pemerintah Malaysia. (Oriental Daily)

Seorang kakek berusia 73 tahun yang terkena denda lantaran jalan-jalan di masa pembatasan yang diberlakukan pemerintah Malaysia. (Oriental Daily)

Pemerintah Negara Malaysia mengeluarkan kebijakan yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia dalam mengatasi sebaran wabah virus corona.

Saking ketatnya peraturan protokol kesehatan, bahkan seorang kakek berusia 73 tahun di Raub, Pahang didenda RM 5000 atau sekitar Rp 17 juta lebih.

Melansir dari Oriental Daily oleh Batamnews (jaringan Suara.com), tiga warga yang tinggal di kawasan di bawah Perintah Pengendalian Gerakan yang Ditingkatkan (EMCO) didenda karena melanggar Prokes tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga   Ritas : Diduga Ada Oknum Perangkat Desa Masuk SK Tim Sebelah

“Jika prosedur operasi standar tidak diikuti, orang-orang ini dapat menyebarkan virus jika mereka didiagnosis dengan Covid-19,” kata Raub OCPD Supt Kama Azural Mohamed.

Ia menjelaskan, pelaku pertama adalah seorang bapak-bapak yang sudah cukup tua. Kepada petugas, ia mengaku tengah cari angin karena kepanasan.

Baca Juga   Penguasa atau Pemimpin

Ia didenda RM5.000 berdasarkan Pasal 22 (b) dari Undang-undang Darurat (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular) (Amandemen) 2021.

Dua pelanggar lainnya masing-masing didenda RM2.000 sesuai dengan Bagian 25 (a) dari Ordonansi yang sama karena makan di area di bawah EMCO.

Dijelaskan oleh Kama Azural, 17 petugas polisi telah ditempatkan sepanjang waktu di Sungai Chalit, Sungai Klau dan Sungai Ruan untuk memastikan bahwa penduduk setempat mematuhi tindakan karantina pemerintah.

Baca Juga   Puncak Arus Balik Perbatasan Jambi - Palembang di Perketat

Ia meminta masyarakat untuk mengikuti SOP selama masa karantina atau tindakan yang akan diambil, serta mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada polisi untuk memutus rantai Covid-19.

Sumber: Suara.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Hotel Semagi di Muaro Bungo Dilalap Si Jago Merah

Pendidikan

Pelajar SMAN 1 Tanjabbar Dugem Jadi Viral, Membuat Anggota DPRD Provinsi Jambi Berang

Peristiwa

Warga Sungai Rengas Jatuh Ke Sungai Batanghari

Peristiwa

Minum 9 Botol Air Mineral, Peserta Kontes Dapat Ini

Peristiwa

Breaking News!!! Warga Kerinci Temukan Mayat Mengapung di Sungai

Peristiwa

Perjalanan Betuah (23)

Peristiwa

Perjalanan Betuah (13)

Peristiwa

Ponton Tabrak Jembatan WFC, Bupati Tanjabbar Cek ke Lokasi