Polisi Gelar Festival Lomba Mural Berhadiah Piala Kapolri Alhamdulillah… Hasil Panen Padi Memuaskan, Petani: Kami Kekurangan Mesin Thresher dan Pupuk Sumur Energi di Kawasan PT Reki di Batanghari Meledak, Satu Orang Alami Luka Serius Heboh !!! Warga Muaro Jambi Temukan Mayat Dalam Lobang Jenderal Kapolri Listyo Sigit: Penerapan PPKM Level 1 Hingga 4 di Jambi Menunjukkan Progres yang Baik

Home / Peristiwa

Jumat, 3 September 2021 - 16:49 WIB

Pakar Hukum: Ketua KPI Bisa Dikenakan Pindana dalam Kasus Pelecehan Seksual, Kenapa Harus Viral Dulu?

ILUSTRASI - Kekerasan terhadap anak di sekolah (jawapos.com)

ILUSTRASI - Kekerasan terhadap anak di sekolah (jawapos.com)

JAKARTA – Pakar Hukum Suparji Ahmad menyebutkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bisa dikenakan pidana dalam kasus pelecehan seksual di lembaga KPI itu.

Itu jika Ketua KPI terbukti juga melakukan perbuatan pidana dengan alasan tidak menindak tegas pelecehan seksual di lingkungan KPK.

“Harus dibuktikan dengan perbuatan pidana. Saya pribadi, mempertanyakan pihak KPI tidak memberi sanksi tegas kepada pelaku sedari dulu,” ujarnya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Jumat (4/9/2021).

BACA LAINNYA  Tercium Aroma Tidak Sedap di Dinas Kesehatan, LSM Bidik Indonesia Sambangi Kasi Intel KMJ

Ia juga mempertanyakan sikap KPI yang akan melakukan investigasi usai pelecehan seksual bagi pegawai KPI itu viral.

“Mengapa setelah viral baru melakukan investigasi internal secara mendalam,” kata Suparji.

Padahal, lanjut Dosen Universitas Al-Azhar itu, korban pelecehan sudah melapor langsung ke petinggi di KPI namun tak ada tindak lanjut.

BACA LAINNYA  Batasi Mobilitas Masyarakat , Satgas Covid-19 Batanghari Dirikan Posko Dalam Daerah

“Ini yang kita sayangkan, sedari awal sudah melaporkan, tapi tidak tindak tegas,” tandas Suparji.

Sebelumnya, seorang pegawai KPI berinisial MS mengaku mengalami pelecehan seksual dan perundungan terjadi di lingkungan Kantor KPI Pusat, Jakarta.

MS menyebut para pelaku perundungan itu mulai melakukan pelecehan seksual pada 2015 dengan memegangi kepala, tangan, kaki hingga menelanjangi.

Bahkan, para pelaku mencoret-coret kelaminnya menggunakan spidol.

BACA LAINNYA  Kapal Bermuatan Besi Rongsokan Digeledah, Lihat, Isinya Mengagetkan

Perbuatan para pelaku itu membuat MS trauma dan rendah diri. Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai tersebut.

Pelecehan seksual itu lantas diadukan oleh MS ke Komnas HAM pada 11 Agustus 2017.

Namun, Komnas menyimpulkan perkara tersebut sebagai kejahatan dan sebuah tindak pidana dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi.

Pojoksatu.id

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Soal Sertifikat Vaksin Jokowi Ramai di Medsos, Ini Tanggapan Kemenkes

Bungo

Lewat Pintu Rahasia Ketua DPRD Bungo Ngelabuhi Media, Jadi Sorotan Publik

Daerah

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?

Peristiwa

Forget That Facelift – “Wrap” Your Face into Shape

Peristiwa

Jadi Sorotan, Pemrov Jambi dan Kabupaten Harus Serius Tangani Batubara di Jambi

Peristiwa

KM Hentri Terbakar di Perairan Maluku, 25 ABK Tak Diketahui Nasibnya

Peristiwa

Terlihat Jorok dan Bau, Tumpukan Sampah Berserakan di Pinggiran Rel Kereta Kampung Bayam

Peristiwa

Polisi Ini Rela Lepas Seragam Demi Bocah