LIVE TV
Cegah Claster Baru, Tempat Wisata di Kota Jambi Ditutup Pasca Lebaran, 98 Warga Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Ini Himbauan Bupati Fadhil Arief Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli

Home / Hukrim

Kamis, 28 Januari 2021 - 19:47 WIB

Parah!!! Duit Rakyat Malah Digunakan Untuk Karaokean Oleh Oknum Kades dan Sekdes di Batanghari

Kanit Pidsus Polres Batanghari Aiptu Maranata Zebua Saat Diwawancarai Jurnalis

Kanit Pidsus Polres Batanghari Aiptu Maranata Zebua Saat Diwawancarai Jurnalis

Kabarjambikito.com P-21 merupakan kode formulir yang digunakan dalam proses penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana sebagai pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap. Artinya, perkara dinyatakan siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

Demikianlah yang dilakukan pihak Polres Batanghari yang telah melimpahkan perkara dugaan korupsi Dana Dana (DD) ke Kejaksaan Negeri Batanghari dengan dua tersangka, yakni Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari Jambi pada Tahun Anggaran 2020 lalu.

Kedua tersangka MS dan HT tersandung atas kasus pembangunan turap untuk dinding dipinggir sungai Batanghari agar tidak terjadi longsor.

Baca Juga   Satresnarkoba Polres Tanjabbar Ciduk Tersangka Narkoba

Sementara untuk pembangunan turap tesebut dengan total anggaran sebesar Rp. 704.165.000.

Sementara berdasarkan dengan aturan, anggaran yang semestinya diperuntukkan untuk pembangunan jalan lingkungan, gorong-gorong, drainase dan lainnya sesuai Perdes. Tapi dialihkan ke pembangunan turap.

” Penahanan kita lakukan pada 2 Desember 2020 lalu sekira pukul 00.00 WIB. MS selaku PJ Kades Kembang Tanjung hanya mampu mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp. 50 juta,” ungkap Kanit Pidsus Polres Batanghari Aiptu Maranata Zebua kepada media, Kamis (28/01/2021).

Baca Juga   Diduga Bawa Narkoba Jenis Sabu, Pasutri Ini Diringkus Satresnarkoba Polres Merangin

Diketahui total kerugian Negara sesuai perhitungan ahli dalam hal ini yakni Inspektorat Kabupaten Batanghari, sebesar Rp. 568,925.268 setelah dikurangi pengembalian dari MS tinggal Rp. 518.925.268.

Lanjut Kanit Pidsus Polres Batanghari, uang tersebut seharusnya di belanjakan oleh Bendahara. Namun begitu uangnya dicairkan oleh Bendahara, malah Pj Kades memerintahkan bendahara untuk diserahkan ke Sekretaris Desa.

Dan pada saat belanja, Pj Kades tidak melibatkan Bendahara Desa.

Baca Juga   Setubuhi Anak Dibawah Umur di Dalam Kamar Mandi, Pelaku Diringkus Polisi

” Mereka juga telah mengaku hasil yang didapat dari proyek tersebut digunakan untuk biaya entertain. Dan pada saat kita selidiki lebih dalam ternyata untuk biaya karaoke dan lainnya.” Terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Batanghari s Bambang Harmoko yang menerima berkas tersebut mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas dari Polres Batanghari.

“Setelah selesai melalui tahapan proses, baru akan kita ajukan ke pengadilan Tipikor Jambi untuk segera di sidangkan.” Pungkasnya.

(Puji)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Warga Desa Kuning Gading Bungo Solid Menangkan Haris-Sani

Hukrim

Teriakan We Wo Win Menggema Sambut Al Haris-Sani Usai Debat Pilgub Jambi

Hukrim

Bawaslu Tanjab Timur Segera Panggil Cek Endra, Terkait Laporan Kampanye di Luar Jadwal

Hukrim

Saat Tertidur Pulas, Pelaku Pembobol Rumah Ditangkap Polisi

Hukrim

Belasan Milyar Benur Selundupan di Gagalkan Polresta Jambi

Hukrim

Sempat Melarikan Diri, Oknum Pelajar di Kota Jambi Berhasil Diringkus

Hukrim

Kasus Penggelembungan Suara di Sungai Penuh, 5 PPK Koto Baru Diberhentikan

Hukrim

Makin Panas, Diduga Timses Ini Ancam Timses YA-MAHA Dengan Senpi