Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Nasional · 4 Okt 2021 07:27 WIB

Pemerintah Akan Mengakhiri PPKM level 1-4 Hari Ini, Simak Penjelasan


 Calon penumpang bermasker menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021). (CNN Indonesia/ Adi Maulana Perbesar

Calon penumpang bermasker menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021). (CNN Indonesia/ Adi Maulana

NASIONAL – Kabar baik dari pemerintah, karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel (levelling) untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) baik di Jawa-Bali maupun luar kedua wilayah itu yang dimulai sejak 21 September berakhir hari ini, Senin (4/10/2021).

Masih belum diketahui secara pasti apakah pemerintah bakal menghentikan PPKM secara total, atau memperpanjangnya lagi dengan hanya memperluas kebijakan dalam relaksasi mobilitas warga.

Pemerintah sebelumnya mengaku bakal terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM di Indonesia setiap dua pekan sekali. Dalam hal ini, pemerintah akan mengkategorikan sejumlah kabupaten/kota dalam level 1-4 berdasarkan indikator penilaian yang ditetapkan.

Indikator yang dihitung di antaranya jumlah kasus covid-19, kematian, kesembuhan, testing dan tracing, keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga capaian jumlah warga yang sudah menerima dosis vaksin Covid-19 di wilayah masing-masing tersebut.

Adapun bila dilihat dari perkembangan kasus covid-19 selama dua pekan PPKM Levelling dengan dibandingkan pada dua pekan sebelumnya, maka terlihat sejumlah perkembangan yang membaik. Kendati masih terdapat beberapa evaluasi dari epidemiolog, seperti jumlah testing yang dirasa masih belum cukup ideal.

BACA LAINNYA  5 Polwan Cantik Ini Bikin Pengunjung Swalayan di Bangko Meleleh

Salah satunya pada kasus konfirmasi terpapar virus corona di mana pada periode 8-20 September jumlah kumulatif penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 52.061 kasus. Kemudian pada periode 21 September-3 Oktober, jumlah kasus positif Covid-19 menurun menjadi 26.589 kasus.

Selanjutnya pada kasus kematian warga yang meninggal akibat Covid-19. Tercatat dalam kurun 8-20 September, sebanyak 3.478 warga meninggal dunia, sementara pada periode PPKM dua pekan terakhir ini tercatat kasus kematian turun menjadi 1.539 orang yang meninggal dunia.

Adapun perkembangan selanjutnya, jumlah positivity rate alias rasio kasus warga terpapar virus corona harian juga mengalami penurunan. Apabila dalam periode 8-20 September jumlahnya rata-rata di 2,87 persen. Maka pada 13 hari selama periode PPKM Levelling ini, positivity rate turun menjadi 1,16 persen.

BACA LAINNYA  Hadiri Monitoring Kinerja ASN, Bupati Tanjabbar : Dibutuhkan Kerja Nyata OPD, Bukan Sekedar Konsep

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas minimal angka positivity rate kurang dari 5 persen. Sehingga, apabila positivity rate suatu daerah semakin tinggi, maka kondisi pandemi di daerah tersebut memburuk sehingga perlu ditingkatkan kapasitas pemeriksaan Covid-19 nya.

Lebih lanjut, jumlah warga yang diperiksa juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada periode 8-20 September, warga yang diperiksa berjumlah 2.004.443 orang, sementara pada periode 21 September-3 Oktober jumlah warga yang diperiksa naik hingga menjadi 2.267.761 orang.

Beralih ke capaian vaksinasi, terlihat dalam dua pekan terakhir mengalami peningkatan. Pada periode 21 September-3 Oktober jumlah warga yang sudah mendapat vaksin sebanyak 21.574.086 orang, bertambah dari dua pekan sebelumnya yang berjumlah 17.507.844 orang.

Sementara itu, perkembangan Covid-19 yang mengalami penurunan terjadi pada kasus sembuh. Selama kurun 8-20 September, jumlah kasus sembuh mencapai 131.277 kasus, namun pada dua pekan terakhir, jumlah kasus sembuh menurun menjadi 48.110 kasus.

BACA LAINNYA  Azis Syamsuddin Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka!

Meski demikian, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebelumnya mengingatkan bahwa penurunan kasus sembuh belum dapat dikatakan 100 persen menjadi perkembangan yang kurang baik. Sebab secara otomatis, apabila kasus konfirmasi Covid-19 menurun, maka hal itu juga berimplikasi pada jumlah warga yang nantinya sembuh dari virus corona itu.

Adapun secara kumulatif, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Minggu (3/10) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 1.142 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 2.020 kasus, serta penambahan 58 kasus meninggal baru dalam 1 x 24 jam.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.219.284 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Dari jumlah itu sebanyak 4.044.235 orang dinyatakan pulih, 32.876 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 142.173 lainnya meninggal dunia.

Sumber: CNNIndonesia.com

Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid

15 Oktober 2021 - 20:26 WIB

Brigadir NP Siap Tanggung Jawab soal Aksi Banting Pendemo Mahasiswa

14 Oktober 2021 - 08:23 WIB

Catat! ASN Dilarang Cuti Pada Tanggal Ini

13 Oktober 2021 - 11:52 WIB

Soal Tagar #PercumaLaporPolisi, IPW: Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

12 Oktober 2021 - 08:58 WIB

Libur Hari Besar Islam Sering Digeser, MUI: Harusnya Mengikuti Hari Besar Keagamaan

12 Oktober 2021 - 08:43 WIB

Demi Keadilan, DPR Minta Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

12 Oktober 2021 - 07:38 WIB

Trending di Hukrim