Menu

Mode Gelap
Sekda Sempat Bertanya Tentang Kegiatan di 2021, Fadhil Arief: Saya Yakin Hutang Lunas dan Jalan Tetap Dibangun JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Komisi IV DPRD Provinsi Cek Pembangunan Gedung SMA Negeri 12 Kota Jambi

Batanghari · 18 Mar 2022 18:02 WIB

Pemkab Batanghari Cabut Harga Migor Kemasan Eceran Rp 14 Ribu


 Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batanghari Edi Sabara Perbesar

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batanghari Edi Sabara

Kabarjambikito.com – Pemerintah menetapkan kebijakan baru untuk minyak goreng (migor) yang tengah krisis di dalam negeri mulai 16 Maret 2022. Kebijakan ini diharapkan bisa menekan kelangkaan dan migor semakin tersedia banyak di pasar.

Dalam Surat Edaran No 9/2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Minyak Goreng Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi kemudian menginstruksikan anak buahnya memberikan relaksasi terhadap harga eceran tertinggi (HET) migor sawit kemasan sederhana dan premium.

BACA LAINNYA  Terkait Sembako Doorprize Untuk Masyarakat Vaksinasi, Ini Penjelasan Kapolsek Mersam

Terkait hal ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batanghari Edi Sabara mengatakan, ditengah adanya kelangkaan minyak goreng di pasaran hingga minimarket, Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan akhirnya memutuskan dengan mengatur harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium dilepas sesuai harga pasar.

BACA LAINNYA  Imbas Hajar Anak Buah, Kapolres Nunukan Resmi Dicopot dari Jabatan

“Saat ini untuk harga eceran tertinggi untuk minyak kemasan sebesar Rp.14 ribu sudah dicabut, seusai dikeluarkannya surat edaran Nomor 9 Tahun 2022 tentang relaksasi penerapan harga minyak goreng sawit kemasan sederhana dan kemasan premium dari Kementerian Perdagangan, yang diberlakukan sejak tanggal 16 Maret 2022 kemarin,” ungkapnya.

Dikatakan Edi, bahkan untuk operasi pasar juga kini diminta untuk dihentikan, mengingat minyak goreng kemasan sudah mulai di distribusikan secara normal, dengan harga sesuai mekanisme pasar.

BACA LAINNYA  Hadiri Acara Pembukaan MTQ di Tanjabbar Bersama Istri, Fadhil: Yang Berprestasi Akan Diberi Reword

“Selain itu, saat ini untuk mendukung kelancaran penerapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah, Pemerintah Daerah juga diminta memerintahkan jajaran pengelola pasar untuk memasang spanduk HET minyak goreng curah sebesar Rp.14 ribu perliter atau Rp.15 ribu perkilogram dimasing-masing pasar,” jelasnya.

(Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 192 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Kunjungi Lokasi Temuan Migas Baru di Sumatera Selatan

15 Mei 2022 - 19:36 WIB

Premier Oil Melakukan Pengeboran Laut Dalam di WK Andaman II

13 Mei 2022 - 07:35 WIB

SKK Migas – KKKS Jindi South Jambi Serahkan 75 Al Qur’an Kepada Komunitas Milenial Santri Peduli

5 Mei 2022 - 08:27 WIB

Ribuan Pawai Obor Terangi Sepanjang Jalan Rambutan Masam

1 Mei 2022 - 21:31 WIB

Optimasi Pengembangan Lapangan Tahap-2 WK Rokan Disetujui, Tambah Investasi Hulu Migas Rp. 35 Trilyun

29 April 2022 - 06:03 WIB

Success Ratio Sumur Eksplorasi Mencapai 80%

27 April 2022 - 11:56 WIB

Trending di Bisnis