Menu

Mode Gelap
Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN Fadhil Arief Sebut Orang Yang Kritik dan Protes Berarti Sudah Cerdas Bupati Masnah Busro Apresiasi Juara III Tim PBM Desa Pulau Karo

Nasional · 8 Mar 2022 17:12 WIB

Peran Media Siber Penting Wujudkan Kawasan Tanpa Asap Rokok


 Peran Media Siber Penting Wujudkan Kawasan Tanpa Asap Rokok Perbesar

BANDA ACEH – Manajer Kemitraan The Aceh Institute, Muazzinah menilai, peran media Siber sangat penting untuk mendorong pemerintah, guna mewujudkan kawasan Tanpa rokok (KTR) di provinsi ujung barat Sumatera tersebut.

Hal itu disampaikannya, saat menjadi narasumber dalam acara Media Briefing, Peran Media Siber Dalam Penegakan KTR yang Komprehensif di Aceh, Selasa (8/3/2022). Acara tersebut, merupakan kerjasama antara The Aceh Institute dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh.

Muazzinah menerangkan, saat ini, Aceh telah memiliki regulasi berupa Qanun/Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun, sejauh ini aturan tersebut belum di sosialisasikan secara optimal, dan juga produk turunan berupa Peraturan Gubernur (pergub) sebagai operasionalisasi di lapangan belum ada.

Sebab itu, katanya lagi, media siber harus berperan guna mendorong pemerintah Aceh untuk mengimplementasikan Qanun itu, agar KTR dapat diwujudkan.

BACA LAINNYA  Rakernas JMSI, Ketua JMSI Jambi: Berharap Menguntungkan Para Pemilik Media

KTR sendiri, katanya lagi, bukan produk hukum yang melarang orang merokok, namun itu adalah bentuk memproteksi warga yang tidak merokok.

Terbentuknya KTR sangat penting guna melindungi perempuan dan anak-anak dari bahaya rokok.

Saat ini saja, kantor pelayanan publik, baik itu milik pemerintah, BUMN dan swasta di Aceh, belum secara konsisten menerapkan aturan tersebut. Karenanya penting bagi semua pihak, terutama media siber untuk mensosialisasikan aturan yang ada, dan kampanye pentingnya KTR di wujudkan.

Acara yang dilangsungkan di Kopi Anda Banda Aceh itu, dihadiri oleh sejumlah pengurus JMSI Aceh, dan juga Project Manager Heru Syahputra, dan bertindak selaku moderator diskusi, Hendro Saky, Ketua JMSI Aceh.

Muazzinah melanjutkan, dari data Kementrian Kesehatan RI, terdapat 1,2 juta penduduk Aceh yang merupakan perokok berat, jumlah itu setara dengan 20 persen jumlah masyarakat di daerah ini. Nah, katanya kemudian, pengeluaran warga belanja rokok di provinsi ini mencapai Rp7,2 triliun pertahunnya.

BACA LAINNYA  MoU Stikosa - AWS dan JMSI Mampu Menambah Ilmu Mahasiswa Dibidang Jurnalistik

Mirisnya, pendapatan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) untuk Aceh itu sangat minim, sebagai daerah ini bukan penghasil dan produsen rokok.

“Prinsipnya, KTR ini memproteksi dan melindungi orang-orang yang bukan perokok,” tukasnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Azhari, yang merupakan Ketua Dewan Pembina JMSI Aceh, dalam paparannya Ia menerangkan perihal lemahnya komitmen pemerintah Aceh dalam mewujudkan KTR. Dia menegaskan, keberadaan Qanun/Perda KTR yang dilahirkan pada 2020 lalu, sama sekali belum berjalan efektif dan maksimal.

Hal itu, ujarnya lagi, ditandai dengan masih bebasnya aktivitas para perokok di kantor-kantor pemerintah Aceh.

Seharusnya, pemerintah yanng melahirkan aturan itu, sudah sepantasnya memberikan contoh terlebih dahulu.

BACA LAINNYA  Sering Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Warga Teluk Leban Diringkus BNNK Batanghari

Project Manager Heru Saputra menambahkan, saat ini, dari 23 kabupaten dan kota di Aceh, hanya Kota Banda Aceh yang efektif dalam menerapkan aturan KTR. Dan juga terdapat tiga daerah, yakni, Aceh Timur, Aceh Selatan dan Aceh Tamiang yang belum memiliki perda tentang KTR.

Untuk itu, Dia mengharapkan media dapat berperan dalam menyeimbangkan pemberitaan, dengan menyebarluaskan, dan mendesiminasikan aturan tentang KTR di Aceh. “Tujuan KTR ini untuk ciptakan Aceh lebih sehat, dan juga pengendalian asap rokok di ruang publik,” tukasnya kemudian.(*)

Teks FOTO : Manager Kemitraan Aceh Institure, Muazzinah, dan Dewan Pembina JMSI Aceh, Azhari, saat menjadi narasumber acara “Diskusi : Media Dalam Penegakan KTR Komprehensif di Aceh”. Acara tersebut diselenggarakan atas kerjasama JMSI Aceh dan Aceh Institute.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

THR PNS Terancam Dibayar Setelah Lebaran

24 April 2022 - 18:51 WIB

Viral !! Video Banser di Tampar, Kiai Sukron: Kiai Tak Dijaga Gereja Yang Malah Dijaga

24 April 2022 - 17:07 WIB

Trending di Nasional