Kapolda Jambi Hadiri Pemakaman Praka Anumerta Tuppal Halomoan Barasa Diduga Oknum TNI Bekingi Perusahaan, Brigjen Junior Tumilaar Marah Besar: Jalan Takut Kita Lawan Centul City Dapat Untung Besar, Pedagang Sebut NasDem Membawa Berkah Fasha Instruksikan Kader Nasdem Batanghari Dukung Pemerintahan Fadhil – Bakhtiar Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa

Home / Hukrim

Selasa, 14 Desember 2021 - 10:24 WIB

Peras Korban, Dua Oknum Wartawan Abal-abal Diringkus Polisi

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

NASIONAL – Masyarakat harus tau atau fahami orang yang mengaku wartawan. Karena sering sekali masyarakat apapun dinas-dinas tertentu di pemerintahan.
Para wartawannya banyak yang merangkap sebagai pengurus LSM abal-abal, sopir taksi dan lain-lain. Dalam kemerdekaan pers yang sedang kita nikmati ini, mereka adalah para penunggang gelap kemerdekaan pers
Umumnya para abal-abal ini juga meremehkan bahkan kadang mengancam narasumber.

Untuk mengenali ciri-ciri umum wartawan abalabal yang dimaksud antara lain berpenampilan sok jago dan tak tahu etika, tak punya tata krama, mengaku anggota organisasi wartawan tak jelas.

Namun wartawan abal-abal juga seringkali ditangkap oleh polisi, karena melakukan pemerasan.

BACA LAINNYA  Pemodal Ilegal Drilling di Batanghari Dibekuk Ditreskrimsus Polda Jambi 

Seperti terjadi Trenggalek, Jawa Timur, pria berinisial MYD (39) dan DS (35) diringkus polisi terkait kasus pemerasan dengan modus mengaku wartawan, kedua pelaku menuduh korban melakukan perselingkuhan.

Kekinian, pelaku yang masing-masing berasal dari Sumenep (MYD) dan Tulungagung (DS) ditahan di Mapolres Trenggalek dan telah ditetapkan tersangka.

“Keduanya kami tangkap setelah mendapat pengaduan dari korban (inisial EUP),” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Arief Wicaksono, seperti diberitakan Antara, Senin (13/12/2021).

Berdasar hasil penangkapan kedua pelaku, polisi menyita bukti transfer dari korban EUP ke rekening MYD, serta ponsel dan tangkapan layar percakapan pemerasan sebagai barang bukti kejahatan.

Selain itu, aparat menyita barang bukti berupa kartu pers Redaksi Cyber Nusantara News (CNN) yang digunakan MYD selaku Pimpinan Redaksi dan DS selaku (wartawan), eksekutor yang bertugas di lapangan.

BACA LAINNYA  Daftar Sanksi PNS Bolos Kerja Versi Aturan Baru Jokowi

“Terkait kartu-kartu (identitas) ini kami belum bisa pastikan apakah ini valid atau tidak,” katanya lagi.

AKP Arief menjelaskan, MYD dan DS beraksi melakukan pemerasan dan meminta uang kepada korban EUP sebesar Rp25 juta. Modusnya berdalih korban terlibat skandal perselingkuhan dan uang itu diminta sebagai tutup mulut.

“Kedua tersangka secara bersama-sama melakukan pemerasan dan/atau pengancaman terhadap korban,” ujarnya.

Korban yang dalam posisi tertekan, lanjut dia, sempat mentransfer uang sebesar Rp2 juta ke rekening pelaku.

BACA LAINNYA  Sempat DPO, Ahirnya Pelaku Penembakan Serahkan Diri ke Polsek Marosebo Ulu

Namun setelah mereka saling bertemu, kedua pelaku ternyata tidak bisa membuktikan tuduhannya terhadap korban. Merasa ditipu dan diancam pemerasan, korban memutuskan untuk lapor polisi.

“Akhirnya korban melaporkan kejadian itu, dan kami amankan kedua pelaku di lokasi yang berbeda. Untuk MYD kami amankan di wilayah Kabupaten Sumenep, sementara DS kami amankan di wilayah Kabupaten Tulungagung,” kata Arief.

Kedua pelaku wartawan gadungan dijerat Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27 ayat (4) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP.

Sumber: Suara.com

Share :

Baca Juga

Hukrim

Demi Keadilan, DPR Minta Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Hukrim

Datangi Kantor KPU Tanjab Timur, Tim Penyidik Kejari Langsung Bawa Pegawai

Hukrim

Oknum Sekdes dan Staf Desa di Batanghari Grogoti Ratusan Juta Dana Pembangunan Jamban

Hukrim

Wanti-wanti agar Pembakar Mimbar Masjid Tak Buru-buru Dicap Gangguan Jiwa

Hukrim

Kepergok Lakukan Pungli di Talang Duku, AS Diamankan Satreskrim PMJ

Hukrim

Penasehat Hukum KPA Gubri Laporkan Larshen Yunus ke Polda Riau

Hukrim

Gadis Ini Bakar Motor Bersama Rekannya, Hanya Masalah…

Hukrim

Pelaku Pembunuhan Dengan Air Keras di Jambi Sempat Melawan Saat Ditangkap