LIVE TV
Cegah Claster Baru, Tempat Wisata di Kota Jambi Ditutup Pasca Lebaran, 98 Warga Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Ini Himbauan Bupati Fadhil Arief Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli

Home / Nusantara

Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:03 WIB

Permadi Arya Klarifikasi Cuitannya Soal Islam Arogan, Minta Maaf ke Kiai NU

Permadi Arya Alias Abu Janda

Permadi Arya Alias Abu Janda

JAKARTA – Cuitan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut Islam sebagai agama pendatang dari Arab arogan ke budaya lokal, viral di media sosial.

Cuitan Permadi Arya itu menuai pro kontra di masyarakat. Permadi pun terancam dilaporkan ke polisi karena diduga menghina agama Islam.

Tak ingin cuitannya menjadi polemik, Permadi akhirnya membuat klarifikasi melalui video yang ditujukan kepada para kiai, gus, ustadz, dan semua warga NU.

“Nama saya Permadi Arya alias Abu Janda, saya warga NU Kultural, juga kader organisasi NU. Izinkan saya yai, gus, ustadz, menjelaskan kesalahpahaman tulisan saya di Twitter,” ucap Permadi, dikutip pojoksatu.id dari akun Twitter @narkosun, Sabtu (29/1).

Baca Juga   Habib Rizieq Pulang Ke Tanah Air, Pengacara Bilang Hampir 100 persen, "Mau Pimpin Revolusi..."

Permadi mengatakan cuitannya tentang Islam arogan merupakan balasan atas twit mantan Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain.

“Pertama-tama komentar saya itu diviralkan, dipotong, seolah-olah konteksnya itu adalah pernyataan mandiri. Padahal, itu cuitan jawaban saya ke Ustadz Tengku Zulkarnain yang sedang provokasi sara, mengatakan minoritas di Indonesia itu arogan ke mayoritas,” kata Permadi.

Permadi kesal dengan cuitan Tengku Zulkarnain sehingga dia membalasnya dengan kata ‘arogan’.

“Jadi karena itulah keluar kata arogan di tulisan saya, karena saya menjawab twit Ustadz Tengku tadi yang mengatakan katanya minoritas di sini arogan kepada mayoritas,” ucapnya.

Baca Juga   Abu Janda Bakal Jadi Tersangka? Polri Jadwalkan Lagi Pemeriksaan Saksi

Dalam cuitannya, Permadi mengkritik Islam pendatang dari Arab yang dianggapnya arogan kepada kearifan budaya lokal.

“Komentar tersebut tentunya saya bicara sebagai seorang muslim dalam konteks autokritik perihal masalah internal Islam saat ini,” ujarnya.

“Makanya di situ saya tulis Islam sebagai agama pendatang dari Arab ini, yang saya maksud adalah Islam transnasional salafi, wahabi, yang memang pertama dari Arab, yang kedua memang mereka arogan ke budaya lokal,” tambahnya.

Permadi Arya menegaskan bahwa yang dia kritik adalah Islam pendatang dari Arab, seperti salafi dan wahabi, bukan Islam nusantara.

Baca Juga   Koran Malaysia Berumur 80 Tahun Ini Tutup, 800 Karyawan PHK

“Jadi bukan Islam nusantara seperti NU dan Muhammadiyah. Yang saya maksud adalah Islam pendatang dari Arab, yakni Islam trans nasional atau salafi wahabi, bukan generalisasi semua Islam,” jelas Permadi.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para kiai NU dan seluruh warga NU atas kesalahpahaman yang muncul akibat cuitannya di media sosial.

“Mohon maaf jika ada kesalahpahaman, maklum jempol menulis saat debat panas, jadi keluarnya suka tidak sinkron,” ucapnya.

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan matursuwun kyai, gus, ustad, mohon arahannya terus, saya pamit,” tandas Permadi Arya.

(Pojoksatu.id)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Hari Ketujuh Pencarian Sriwijaya Air, Basarnas Temukan 33 Kantong Jenazah

Hukrim

Genjot Anak Kandung, Keluarga Minta Eks Anggota DPRD Dikebiri

Nusantara

Wakil Presiden Ma’ruf Amin Minta Kepala Daerah Tidak Larang Santri Mudik

Nusantara

Wakil Ketua MPR Dukung Pertemuan Wapres dengan HRS

Nusantara

Jokowi Kecewa Penanganan Covid-19, Semuanya Memburuk

Nusantara

Haru! Bayi Berusia 7 Hari ke RS Polri Cari Ayahnya Korban Sriwijaya Jatuh

Nusantara

JK Sebut Habib Rizieq Pemimpin Kharismatik

Nusantara

Menkumham Tolak Kepengurusan Partai Demokrat Pimpinan Moeldoko