Menu

Mode Gelap
Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi Kapolres Tanjab Gelar Acara Sertijab, Berikut Nama-nama Gempar!!! Sejoli Tewas Bersimbah Darah Dalam Kontrakan

Nasional · 19 Sep 2021 13:29 WIB

Polisi Gelar Festival Lomba Mural Berhadiah Piala Kapolri


 Ilustrasi mural. Kepolisian RI menggelar festival lomba mural memperebutkan hadiah berupa piala Kapolri. Waktu pelaksanaannya masih dirapatkan. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki Perbesar

Ilustrasi mural. Kepolisian RI menggelar festival lomba mural memperebutkan hadiah berupa piala Kapolri. Waktu pelaksanaannya masih dirapatkan. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki

JAKARTA — Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri menggelar festival lomba mural memperebutkan hadiah berupa piala Kapolri.
Informasi mengenai lomba mural Kapolri ini dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Namun untuk waktu pelaksanaannya masih dibahas lebih lanjut.

“Iya (benar), tapi masalah waktu masih dirapatkan,” kata Rusdi saat dikonfirmasi, Kamis (16/9).

Gelaran lomba mural ini juga turut dikonfirmasi oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Keduanya belum menjelaskan soal maksud atau tujuan dari pelaksanaan festival lomba mural tersebut.

BACA LAINNYA  Sekelompok Masyarakat Ngamuk, dan Bakar Sejumlah Bangunan

Belakangan ini sejumlah mural bernuansa kritik dihapus oleh aparat lantaran dianggap melanggar ketertiban umum sehingga dihapus aparat.

Ada pula mural bertuliskan ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Selain itu, juga ada mural bergambar sosok pria mirip Presiden Jokowi di jembatan layang atau fly over Pasupati, Kota Bandung, Jawa Barat.

Presiden Jokowi mengatakan sudah menegur Kapolri terkait tindakan reaktif aparat terhadap pelaku mural berisi kritik ke pemerintah.

BACA LAINNYA  Keluar Penjara, Saipul Jamil : I Love You Teman Media Semua

“Saya sudah tegur Kapolri soal ini,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan pada Rabu (15/9).

Jokowi juga mengaku tidak mengetahui perihal penangkapan, termasuk juga soal penghapusan mural. Namun dari informasi yang ia terima, tindakan represif itu merupakan inisiatif petugas di lapangan.

“Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dari Kapolres juga menyatakan bukan kebijakan mereka, tapi di Polsek,” tambahnya.

Jokowi lantas menegaskan ia tidak alergi terhadap kritik seperti yang dituduhkan.

BACA LAINNYA  Harga Ayam Potong Merangkak Naik Ditengah PPKM Kota Jambi

“Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, lip service. Itu sudah makanan sehari-hari,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan terbuka terhadap kritik. Buktinya, ujar Jokowi, ia sampai mengundang Suroto ke Istana. Suroto adalah peternak yang membentangkan spanduk protes ke iring-iringan Presiden saat berkunjung ke Blitar pada Selasa (7/9).

Poster yang ia bentangkan itu bertuliskan, “Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar.”

(CNNIndonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

MoU Stikosa – AWS dan JMSI Mampu Menambah Ilmu Mahasiswa Dibidang Jurnalistik

22 Oktober 2021 - 00:46 WIB

Tegas!! Kapolri: Copot, Pecat, dan Pidanakan Anggota yang Melanggar!

20 Oktober 2021 - 08:49 WIB

Harusnya Dukung Jakarta Tuan Rumah Formula E, Anggota DPRD dari PDI-P Malah Mengkritik

17 Oktober 2021 - 14:52 WIB

Viral Istri Buka Jatah Nasi Kotak dari Kantor Suami, Isinya Bikin Nangis Bahagia

16 Oktober 2021 - 09:29 WIB

Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid

15 Oktober 2021 - 20:26 WIB

Partai Indonesia Terang Masuk Jambi, 4 Kabupaten Sudah Terbentuk

15 Oktober 2021 - 12:42 WIB

Trending di Politik