Menu

Mode Gelap
Fadhil Arief Minta Pegawai Berikan Pengaruh Yang Baik Kepada Instansi Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi Persiapan Kenduri Swarnabhumi, Tim Kemendikbud Turun ke Tebo Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

Hukrim · 9 Jun 2022 17:47 WIB

Polisi Sudah Kantongi Nama dan Data Dugaan Korupsi Pada Anak PTPN VI Jambi


 Polisi Sudah Kantongi Nama dan Data Dugaan Korupsi Pada Anak PTPN VI Jambi Perbesar

Kabarjambikito.com — Dugaan Korupsi ditubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Bukit Kausar yang nota bene adalah anak perusahaan atau unit usaha PTPN VI Jambi kian merebak, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyrakat Peduli Pemantau Anggaran Negara menggelar aksi unjuk rasa depan Polda Jambi.

Tidak berselang lama menyampaikan aspirasinya didepan Mapolda Jambi, sejumlah masa disambut hangat oleh AKBP Ade Dirman diruangan Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi.

Selaku kordinator lapangan, Hadi Prabowo mengatakan dugaan tindak pidana korupsi pada anak perusahaan PTPN VI Jambi (PT. Bukit Kausar,red) terkait pengadaan dan pekerjaan penanaman kelapa sawit itu diduga terjadi dimulai dari penysusunan panitia pengadaan barang dan jasa (P2BJ) dan Tim Owner Estimet (OE).

BACA LAINNYA  Fadhil Arief Arief Harapkan Guru Konsisten Memupuk Karekter Anak Yang Berakhlak

Menurut Hadi Prabowo berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh pihaknya, ditemukan bahwa susunan panitia OE dan P2BJ dibuat dalam satu surat keputusan, bahkan yang sangat lucu personel pantia OE dan P2BJ sudah tidak bekerja dan berada di PT. Bukit Kausar.

” Nah dampak dari Penyusunan Panitia yang tidak benar, akhirnya menimbulkan beberapa kesalahan yang bermuara pada dugaan tindak pidana Korupsi diantaranya berdasarkan hasil audit atas inventarisasi pokok kelapa sawit yang ditanam sekira bulan Oktober sampai dengan Novemver 2016 terhadap areal tahun tanam 2012 pada afdeling I, IV dan V PT. Bukit Kausar seluas 685,85 Hektar atau Sekitar 13.703 Pokok dari Total 82.551 Pokok dan atau sekitar 16,6% dengan estimasi nilai Kerugian PT. Bukit Kausar sebar ± Rp. 8,55 Milyar terindikasi itu bibit dura ” Ujar Hadi, Kamis (09/06/2022).

BACA LAINNYA  Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi Resmi Ditahan Jaksa

Dia menceritakan Pada tahun 2012 PTPN VI Jambi mengakuisisi PT. Mendahara Agro Jaya Industri menjadi anak perusahaan yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp. 100 milyar, yang mana tengah dilakukan proses penegakan hukum dalam tahap penyidikan oleh subdit tipidkor ditreskrimsus Polda jambi.

” Maka dari itu kami minta Subdit Tipidkor Polda Jambi memanggil sejumlah pejabat tinggi dan Direktur Utama dan jajaran direksi PT. Bukit Kausar dan para pihak yang diuga terlibat pusaran dugaan lorupsi PT. Bukit Kausar dan PT. Mendahara Agro Jaya Industri, agar bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah lakukan dimasa kepipimpan mereka ” Imbuhnya.

BACA LAINNYA  Buang Bayi Terus di Dalami Polda Jambi, Inisiatif Sendiri Atau Karena Malu

Terpisah, AKBP Ade Dirman mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi perihal tersebut dan juga sudah mengantongi nama-nama yang harus di periksa. ” Bahkan kami juga sudah mendapatkan data-data yang saudara maksud, namun saat ini kami masih fokus menyelesaikan dugaan tindak pidana korupsi PT. Mendahara Agro Jaya Industri” Katanya.(Ade)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perkara SPALD-T Kabupaten Batanghari TA 2019 Kembali di Sidang JPU

21 Juni 2022 - 08:41 WIB

Dua Terduga Pengedar Narkoba di Pemayung Ditangkap Satresnarkoba Polres Batanghari

1 Juni 2022 - 11:11 WIB

Pelaku Pembacok Anaknya Sendiri Ditangkap di Kebun Sawit Warga

18 Mei 2022 - 21:06 WIB

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Trending di Hukrim