Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa Peduli, Polsek Batin XXIV Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Tak Mendidik, Oknum Guru Hukum Siswa Makan Sampah PetroChina Mulai Program Pengeboran di 11 Sumur Wilayah Kerja Jabung Sambut Hari Raya Imlek, Ditpolairud Polda Jambi Gelar Jumat Bersih

Home / Peristiwa

Senin, 13 September 2021 - 15:32 WIB

Ratusan Emak-emak Demo di Depan Kantor Bupati Muaro Jambi, Minta Ini Kepada Bupati

Ratusan emak-emak melakukan demo di depan kantor Bupati Muaro

Ratusan emak-emak melakukan demo di depan kantor Bupati Muaro

Kabarjambikito.com – Ratusan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Muaro Jambi minta agar Bupati untuk menetapkan mereka sebagai masyarakat Hukum Adat Kabupaten Muarojambi.

Warga yang diketahui bersengketa dengan PT. EWF ini mengklaim tanah seluas 5000 Hektar yang saat ini ditanami kebun sawit adalah tanah Adat milik ahli waris Kemas Ahmad, yang dikuasai oleh PT. EWF secara tidak sah karena tanpa ada pembelian dengan ahli waris.

BACA LAINNYA  Memiliki Jiwa Sosial Tinggi, Kapolres Merangin Sekolahkan Anak Pemulung

“Permasalahan ini telah terjadi sejak lama sekitar tahun 2000 lalu, PT. EWF membangun kebun diatas tanah milik Kemas Ahmad yang terletak di Desa Sekumbung Kecamatan Taman Rajo Muaro Jambi, dimana tanah ini sebelumnya telah mendapatkan penetapan sebagai Tanah Jeruk Puagam 1311 H/1891 M dan telah disahkan oleh pihak Pengadilan sebagai tanah adat, namun secara sepihak dibangun secara ilegal oleh perusahaan,”ujar Istazi Korwil Badan Bantuan Hukum Serikat Petani Indonesia Jambi dalam orasinya.

BACA LAINNYA  Polisi Ini Rela Lepas Seragam Demi Bocah

Lebih lanjut, Istazi mengatakan bahwa kedatangan dirinya dan ratusan masyarakat ini meminta Bupati Muaro Jambi Hj Masnah Busro SE agar menetapkan masyarakat Hukum Adat Kabupaten Muarojambi yang kemudian memiliki hak atas tanah yang tersebut.

“Kami menyerahkan dokumen kepada Bupati agar menetapkan kami menjadi Masyarakat adat Kabupaten Muarojambi atas dasar piagam dan dokumen lainnya, dengan begitu maka lahan tersebut akan menjadi lahan adat dan perusahaan dapat mematuhi aturan dalam Tanah masyarakat adat atau Tanah ulayat,”imbuh Istazi.

BACA LAINNYA  Lakantas , Anak 8 Tahun Meninggal Dunia di Tabrak Truck

Dokumen tersebut akhirnya diterima oleh Pemkab Muarojambi dan akan dilakukan kajian mendalam apakah Penetapan yang diminta dapat dilaksanakan atau tidak. “Pemkab sudah menerima, kita tinggal menunggu keputusan saja, teriak Istazi yang disambut tepuk tangan ratusan masyarakat yang berdemonstrasi.***

Jambiupdate.co

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pakar Hukum: Ketua KPI Bisa Dikenakan Pindana dalam Kasus Pelecehan Seksual, Kenapa Harus Viral Dulu?

Peristiwa

Warga Tungkal Yang Dikabarkan Hilang, Sudah Ditemukan di Kecamatan Muara Tembesi

Peristiwa

Warga Parit Pudin Khawatir, Jaringan JTR PLN Nyaris Tertimpa Pohon Kelapa

Kota Jambi

Kantornya Banjir, Deputi LPKNI Minta Pemerintah Provinsi Jambi Turun Tangan

Peristiwa

Polres Tanjab Timur Lakukan Penyelidikan Warga Meninggal Keracunan di Kapal

Peristiwa

Polisi Ini Rela Lepas Seragam Demi Bocah

Batanghari

Nafkahi Tiga Anak, Warga Miskin Lagi Pincang Tak Dapat PKH ?

Peristiwa

Konflik Suku Dalam 113 dengan PT BSU, Ini Penjelasan Gubernur Al Haris