Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Edi Purwanto Apresiasi FORMAJA Gelar Aksi Sosial Jelang Kedatangan Dirjen Kebudayaan Direktorat PTLK Datang, Masyarakat Rambutan Masam Bentuk Kepanitiaan Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis Lepaskan JCH, Fadhil Arief: Doakan Kami Agar Jadi Pemimpin Istiqomah Tinjau Jalan di Sabak, Al Haris: Pemrov Jambi Segera Mengangani Dengan 2 Skema

Peristiwa · 13 Sep 2021 15:32 WIB

Ratusan Emak-emak Demo di Depan Kantor Bupati Muaro Jambi, Minta Ini Kepada Bupati


 Ratusan emak-emak melakukan demo di depan kantor Bupati Muaro Perbesar

Ratusan emak-emak melakukan demo di depan kantor Bupati Muaro

Kabarjambikito.com – Ratusan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Muaro Jambi minta agar Bupati untuk menetapkan mereka sebagai masyarakat Hukum Adat Kabupaten Muarojambi.

Warga yang diketahui bersengketa dengan PT. EWF ini mengklaim tanah seluas 5000 Hektar yang saat ini ditanami kebun sawit adalah tanah Adat milik ahli waris Kemas Ahmad, yang dikuasai oleh PT. EWF secara tidak sah karena tanpa ada pembelian dengan ahli waris.

BACA LAINNYA  Niat Mau Las Knalpot, Tiba-tiba Mobil Warga Muaro Jambi Terbakar

“Permasalahan ini telah terjadi sejak lama sekitar tahun 2000 lalu, PT. EWF membangun kebun diatas tanah milik Kemas Ahmad yang terletak di Desa Sekumbung Kecamatan Taman Rajo Muaro Jambi, dimana tanah ini sebelumnya telah mendapatkan penetapan sebagai Tanah Jeruk Puagam 1311 H/1891 M dan telah disahkan oleh pihak Pengadilan sebagai tanah adat, namun secara sepihak dibangun secara ilegal oleh perusahaan,”ujar Istazi Korwil Badan Bantuan Hukum Serikat Petani Indonesia Jambi dalam orasinya.

BACA LAINNYA  Maju Terus Pantang Mundur, Ratusan Mahasiswa Akan Kembali Aksi di Jambi

Lebih lanjut, Istazi mengatakan bahwa kedatangan dirinya dan ratusan masyarakat ini meminta Bupati Muaro Jambi Hj Masnah Busro SE agar menetapkan masyarakat Hukum Adat Kabupaten Muarojambi yang kemudian memiliki hak atas tanah yang tersebut.

“Kami menyerahkan dokumen kepada Bupati agar menetapkan kami menjadi Masyarakat adat Kabupaten Muarojambi atas dasar piagam dan dokumen lainnya, dengan begitu maka lahan tersebut akan menjadi lahan adat dan perusahaan dapat mematuhi aturan dalam Tanah masyarakat adat atau Tanah ulayat,”imbuh Istazi.

BACA LAINNYA  Ketua IWO Provinsi Jambi Tutup Usia, Ketua Umum IWO Minta Warisi Dedikasi Nurul Fahmy

Dokumen tersebut akhirnya diterima oleh Pemkab Muarojambi dan akan dilakukan kajian mendalam apakah Penetapan yang diminta dapat dilaksanakan atau tidak. “Pemkab sudah menerima, kita tinggal menunggu keputusan saja, teriak Istazi yang disambut tepuk tangan ratusan masyarakat yang berdemonstrasi.***

Jambiupdate.co

Artikel ini telah dibaca 496 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Selingkuh Dengan Istri Polisi, Oknum Polisi Berpangkat AKP Digerebek

23 Juni 2022 - 22:28 WIB

Truck Meledak, Warga Muaro Pijoan Meninggal Dunia

23 Juni 2022 - 19:01 WIB

Gegara Membuat Konten, Seorang Emak-emak Ditilang Polisi

23 Juni 2022 - 17:00 WIB

Antisipasi Curas, Curat, dan Begal Polda Jambi Lakukan Patroli

18 Juni 2022 - 09:38 WIB

Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Terbongkar

17 Juni 2022 - 18:31 WIB

Kejati Jambi di Demo Atas Kasus Dugaan Korupsi Pada Anak Perusahaan PTPN VI 

17 Juni 2022 - 11:02 WIB

Trending di Peristiwa