Menu

Mode Gelap
Sekda Sempat Bertanya Tentang Kegiatan di 2021, Fadhil Arief: Saya Yakin Hutang Lunas dan Jalan Tetap Dibangun JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Komisi IV DPRD Provinsi Cek Pembangunan Gedung SMA Negeri 12 Kota Jambi

Batanghari · 16 Feb 2022 21:38 WIB

Realisasi Investasi Lampaui Capai Target Rp 1.5 T, Fadhil Arief: Potensi Harus Terekspos Keluar


 Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief saat diwawancarai jurnalis Perbesar

Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief saat diwawancarai jurnalis

Kabarjambikito.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta dukungan pemerintah daerah untuk mewujudkan target realisasi investasi Rp 1.200 triliun di 2022. Nilai investasi tersebut menurutnya sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi lagi setelah dihantam pandemi/

“Realisais investasi Rp 1.200 triliun ini sebagai prasyarat bagaimana pertumbuhan ekonomi nasional kita lebih dari 5%. Karena itu, saya butuh kerja sama yang baik,” kata Bahlil Lahadalia dalam acara pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah atas capaian realisasi investasi di 2021, Rabu (16/2/2022).

Bahlil menyampaikan, investsi yang didorong ke depan adalah investasi yang berorientasi pada transformasi ekonomi, mendorong hilirisasi, serta menciptakan nilai tambah. “Jangan lagi kita berpikir untuk mengekspor barang-barang mentah kita,” tegas Bahlil.

BACA LAINNYA  Ayoo Vaksinasi Massal, Polres Batanghari Bagikan Door Prize Kepada Masyarakat

Sementara itu, tujuh provinsi meraih penghargaan dari Kementerian Investasi/BKPM atas capaian investasi di 2021. Seperti diketahui, realisasi investasi tahun 2021 sebesar Rp 901,02 triliun atau 100,1% dari target yang ditetapkan.

Sementara khusus untuk Kabupaten Batanghari, Bupati Muhammad Fadhil Arief juga telah menerima penghargaan secara online dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atas keberhasilan Kabupaten Batanghari dalam bidang investasi.

Pada tahun 2021 Kementerian Investasi/ BKPM menargetkan Batanghari sebanyak Rp 350 miliar. Namun Kabupaten Batanghari telah berhasil melampaui target dengan angka Rp 1.5 triliun.

Terkait hal tersebut, Bupati Fadhil Arief mengatakan, data potensi yang belum utuh di tahun 2021 , bagaimana pada tahun 2022 potensi yang dimiliki Batanghari harus terekspos keluar.

BACA LAINNYA  Pengalihan PI 10 Persen WK Siak Disetujui

” Sehingga investor-investor luar bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh Kabupaten Batanghari,” ujar Bupati saat diwawancarai awak media, Rabu (16/2/2022).

Fadhil juga menyebutkan, untuk kemudahan perizinan tetap akan dikembangkan, karena selama ini sudah cukup mudah. Sementara untuk lanjut Fadhil Arief, stabilitas politik, kesehatan, keamanan dan ketertiban tetap harus dipertahankan serta lebih ditingkatkan lagi.

Lebih jauh Fadhil Arief mengatakan, idealnya pihaknya menginginkan investasi di Kabupaten Batanghari paling tidak harus sama angkanya dengan nilai Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) Batanghari. Sehingga dia akan mempunyai kekuatan yang sama untuk menggerakkan ekonomi di Kabupaten Batanghari.

” Salah satu strategi untuk meningkatkan angka lebih tinggi, yakni potensi harus digali secara maksimal. Sehingga potensi tersebut diketahui dan di publis kepada dunia luar, ” ujar Fadhil Arief.

BACA LAINNYA  Dishub Batanghari Diminta Atasi Macet di Tembesi, Kades Penerokan Minta Pengawasan Lebih Ketat

Bupati juga menyebutkan, kemudahan bagi pihak luar ke Kabupaten Batanghari adalah menjadi prioritas. Karena siapapun yang akan mau berinvestasi tentu berharap keuntungan.

” Karena bagaimana besar potensinya, kalau sulit, mereka juga tidak mau berinvestasi,” pungkasnya.

Fadhil juga menyebutkan, bahwa Pemkab Batanghari menginginkan ada industri hilir di Kabupaten Batanghari.

” Kita punya pabrik Crude Palm Oil (CPO), kita punya tambang batubara. Tapi ini masih di hulu-nya. Bagaimana kita pabrik minyak goreng, punya pabri etanol, atau biodiesel. Ini yang harus kita kembangkan atau kita informasikan keluar, bahkan di Kabupaten Batanghari punya bahan baku untuk itu. Sehingga rekanan menarik minat investor-nya.” jelas Fadhil Arief.

Artikel ini telah dibaca 293 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Kunjungi Lokasi Temuan Migas Baru di Sumatera Selatan

15 Mei 2022 - 19:36 WIB

Premier Oil Melakukan Pengeboran Laut Dalam di WK Andaman II

13 Mei 2022 - 07:35 WIB

SKK Migas – KKKS Jindi South Jambi Serahkan 75 Al Qur’an Kepada Komunitas Milenial Santri Peduli

5 Mei 2022 - 08:27 WIB

Ribuan Pawai Obor Terangi Sepanjang Jalan Rambutan Masam

1 Mei 2022 - 21:31 WIB

Optimasi Pengembangan Lapangan Tahap-2 WK Rokan Disetujui, Tambah Investasi Hulu Migas Rp. 35 Trilyun

29 April 2022 - 06:03 WIB

Success Ratio Sumur Eksplorasi Mencapai 80%

27 April 2022 - 11:56 WIB

Trending di Bisnis