LIVE TV
Cegah Claster Baru, Tempat Wisata di Kota Jambi Ditutup Pasca Lebaran, 98 Warga Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Ini Himbauan Bupati Fadhil Arief Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli

Home / Nusantara

Selasa, 13 April 2021 - 17:06 WIB

Risma Hentikan Bantuan Sosial Tunai, Kubu Oposisi: Dia Enteng Saja Buat Keputusan Sepihak

JAKARTA — Mensos Tri Rismaharini diminta meneladani Presiden Jokowi dalam mengambil kebijakan. Risma dianggap terlalu enteng buat kebijakan soal pencabutan BST.

Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia itu berani mencabut kebijakan yang mendapat penolakan dari mayoritas rakyat. Seperti, mencabut Perpres Investasi Miras waktu itu.

Begitu juga dengan Risma untuk mencabut kebijakan yang menghentikan program Bantuan Sosial Tunai (BST) pada bulan April ini.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam keterangannya kepada wartawan diterima Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

“Mensos perlu meneladani Presiden Jokowi berani mencabut Perpres bermasalah terkait investasi miras. Karenanya Bu Mensos agar mencabut keputusan sepihaknya menghentikan program bantuan sosial tunai,” ujarnya.

Baca Juga   Blusukan, Risma Ajak Pemulung dan Penjual Masker ke Balai Rehabilitasi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyesalkan sikap mantan Walikota Surabaya itu karena mengambil keputusan secara sepihak yaitu menghentikan program bantuan untuk rakyat miskin itu.

“Risma yang enteng saja dan terburu-buru kembali membuat keputusan sepihak, menghentikan program BST dengan alasan ketiadaan anggaran,” tuturnya.

“Padahal anggaran ada di Kemenkeu, dan pengajuan usulan tambahan anggaran bukan tabu, dan bukanlah hal baru dalam proses pengelolaan anggaran tahun berjalan,” lanjutnya.

Karena itu, HNW meminta Risma mengajukan kembali tambahan anggaran untuk melanjutkan program BST.

Baca Juga   Menteri Risma Nyadap Karet, Ketua DPRD Provinsi Jambi: Tunjuki Saya Cara Nyadap Karet

“Mengajukan tambahan anggaran ke Kemenkeu agar Rakyat terdampak covid-19 bisa bertahan dan bangkit dan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi di tingkat yang paling riil yaitu Rakyat miskin terdampak covid-19,” tandas HNW.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang muncul di akhir tahun 2020 akan dihentikan.

Program untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemik Covid-19 ini tak lagi masuk anggaran pemerintah.

Diketahui BST merupakan bagian dari instrumen pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 10 juta masyarakat setiap bulan rutin menerima manfaat Bansos ini senilai Rp300 ribu.

Baca Juga   Tumbuhkan Semangat, Alumni 212 Bakal Kibarkan Bendera Habib Rizieq di Rumah Masing-masing

“Nggak ada anggarannya untuk itu,” kata Risma kepada wartawan di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021).

Risma juga mengatakan salah satu alasan pemerintah tak memperpanjang BST adalah situasi pandemi di Indonesia telah bergerak ke skala mikro.

Masyarakat seharusnya kini telah dapat beraktivitas kembali dengan harapan situasi pergerakan perekonomian di Indonesia sudah mulai normal.

“Kalau misalkan di daerah masih ada warga yang perlu ditolong, mereka masih bisa mengajukan ke kami, nanti kami bantu dalam bentuk BPNT (bantuan pangan non-tunai),” jelasnya.

(Pojoksatu.id)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Risma Laporkan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos, PKS: Gol Bunuh Diri

Nusantara

KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Serpihan Kapal Jadi Bukti Otentik

Nusantara

Gegara Disebut Giring Saksi, Rizieq ke Jaksa: Anda Takut

Nusantara

Ketua JMSI Teguh Santosa Saran Presiden Kawal Penuntasan Pemberian Nama Laut Natuna Utata

Nusantara

Survei Capres: Anies, Ganjar, Ridwan Tiga Besar Pilihan Anak Muda

Nusantara

Wacana Revisi UU ITE, Legislator PAN Singgung Nikita Mirzani-Abu Janda

Nusantara

Teguh Santosa Daftarkan JMSI, Untuk Jadi Konstituen Dewan Pers

Nusantara

Kapolri Cabut Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi!