Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Nasional · 27 Okt 2021 22:28 WIB

Sebut Gus Yaqut Terlalu Polos, Aktivis Muhammadiyah: Teko Keluar Sesuai dengan Isinya


 Gus Yaqut Perbesar

Gus Yaqut

NASIONAL – Aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya turut mengomentari ucapan Menag Gus Yaqut yang menilai bahwa Kemenag adalah pos hadiah yang diberikan negara untuk NU atas jasanya.

Belakangan ucapan yang disampaikan melalui zoom di sebuah acara itu viral, bahkan desakan agar Menag Gus Yaqut dicopot langsung membahana.

Tak cuma itu, publik sampai-sampai menyoroti naiknya harta kekayaan Gus Yaqut selama menjadi Menag hingga 11 kali lipat.

Menurut Mustofa, dia tertarik dengan beberapa statemen besar usai ucapan Gus Yaqut disorot publik. Pertama datang dari Sekjen PBNU Helmy Faishal.

Kata dia, beliau yang satu organisasi saja dengan Gus Yaqut menganggap ungkapan itu tak pas dan tak pantas diucapkan oleh seorang Menag.

BACA LAINNYA  Janji Mau Nikahi, Seorang Pelaku Disetubuhi Pelajar SMP

Ungkapan kedua, datang dari Wasekjen PPP Achmad Baidowi yang menyebut apa yang disampaikan Gus Yaqut sekadar guyon sehingga tak perlu diseriusi.

Ketiga dari Anwar Abbas dan paling keras, meminta agar Kemenag dibubarkan saja.

“Sebab memang ucapannya beberapa kali tak konsisten. Beberapa waktu lalu dia minta agar publik menganggap Kemenag dianggap bukan sebagai kementerian Islam, melainkan kementerian semua agama.”

“Tetapi sekarang malah berbalik 180 derajat, bahwa Kemenag menurut Gus Yaqut hanya khusus untuk NU, ini kan bertolak belakang dengan sebelumnya,” kata aktivis Muhammadiyah itu mereview ucapan Anwar Abbas disitat dari siaran Youtube Realita TV, Selasa 26 Oktober 2021.

BACA LAINNYA  Azis Syamsuddin Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka!

Aktivis Muhammadiyah Komentari Sikap Gus Yaqut

Lebih jauh, Mustofa kemudian menyinggung bahwa sebenarnya jika dilihat dengan seksama, Gus Yaqut memang polos saat melempar pernyataan.

Aktivis Muhammadiyah itu meyakini Gus Yaqut tidak sedang menghina pihak lain, atau atas dasar kesengajaan. Melainkan polos.

“Kemungkinan besar dia polos, bukan sengaja, memang polos. Saya pikir itu memang yang dia ketahui dari komunitas yang dia ikuti. Teko keluar sesuai dengan isinya. Jadi saya yakin itu didapat dari pergaulan yang dia ikuti,” katanya.

“Dari sisi politik memang tak ada, menghina tidak, salahi sejarah tidak, menurut saya memang polos.”

Akan tetapi dia membantah jika ungkapan Gus Yaqut adalah guyonan. Sebab tak ada ekspresi bercanda, alias serius.

BACA LAINNYA  Tingkatkan SDM dan Ekonomi, SKK Migas-KKKS Lakukan Program Pengembangan Masyarakat

Pada kesempatan itu, Mustofa lantas menyinggung publik kini jadi tahu kalau tokoh Muhammadiyah lah yang lebih dulu berperan besar atas Kemenag ketimbang NU.

Sebab usai Gus Yaqut melontarkan pernyataan itu, banyak pihak yang kemudian mencari sejarah sebenarnya soal asal mula berdirinya Kemenag.

“Enggak boleh menyalahkan sejarah, akhirnya media-media mainstream sekarang dua hari terakhir ramai-ramai angkat siapa sih pihak yang punya ide kemenag. Dan mohon maaf sekali, itu ide tokoh Muhammadiyah.”

“Masyarakat buka Google, dan ketahuan pernyataan Menag tak pas. Akhirnya kini masyarakat menemukan sejarah, dan dia keliru,” katanya. (Democrazy.id)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mendagri Tegur Daerah yang Belanjanya Masih Rendah Agar Cepat di Realisasikan

26 November 2021 - 09:23 WIB

Terobosan Jaksa Agung Dobrak Kebuntuan Penyelesaian Kasus HAM Berat

22 November 2021 - 11:59 WIB

Bebas Dari Lapas, Jadwal Ceramah Habib Bahar Penuh 1 Tahun Kedepan

21 November 2021 - 15:01 WIB

Alhamdulillah… Habib Bahar Bin Smith Sudah Bebas

21 November 2021 - 14:14 WIB

MUI Bentuk Tim Cyber Army Lawan Buzzer Yang Serang Ulama

20 November 2021 - 11:45 WIB

Prabowo Nyapres 2024, HRS dan Pendukung Sudah Kecewa

18 November 2021 - 12:27 WIB

Trending di Nasional