Menu

Mode Gelap
Irwasum Komjen Pol Agung Maryono Gowes ke Candi Muaro Jambi Atlet Jambi Raih 14 Medali di Sea Games Vietnam Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian, Kapolres Hasan Bilang Gini Bersama Al Haris, Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Irwarsum Komjen Pol Agung Budi Maryoto Awas!! Plafont Gedung Dinas Pendidikan di Batanghari Banyak Yang Ambruk

Nasional · 27 Okt 2021 22:28 WIB

Sebut Gus Yaqut Terlalu Polos, Aktivis Muhammadiyah: Teko Keluar Sesuai dengan Isinya


 Gus Yaqut Perbesar

Gus Yaqut

NASIONAL – Aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya turut mengomentari ucapan Menag Gus Yaqut yang menilai bahwa Kemenag adalah pos hadiah yang diberikan negara untuk NU atas jasanya.

Belakangan ucapan yang disampaikan melalui zoom di sebuah acara itu viral, bahkan desakan agar Menag Gus Yaqut dicopot langsung membahana.

Tak cuma itu, publik sampai-sampai menyoroti naiknya harta kekayaan Gus Yaqut selama menjadi Menag hingga 11 kali lipat.

Menurut Mustofa, dia tertarik dengan beberapa statemen besar usai ucapan Gus Yaqut disorot publik. Pertama datang dari Sekjen PBNU Helmy Faishal.

Kata dia, beliau yang satu organisasi saja dengan Gus Yaqut menganggap ungkapan itu tak pas dan tak pantas diucapkan oleh seorang Menag.

BACA LAINNYA  Irjen Napoleon Tersangka Aniaya Kece, 3 Anggota Polri Ditangani Propam

Ungkapan kedua, datang dari Wasekjen PPP Achmad Baidowi yang menyebut apa yang disampaikan Gus Yaqut sekadar guyon sehingga tak perlu diseriusi.

Ketiga dari Anwar Abbas dan paling keras, meminta agar Kemenag dibubarkan saja.

“Sebab memang ucapannya beberapa kali tak konsisten. Beberapa waktu lalu dia minta agar publik menganggap Kemenag dianggap bukan sebagai kementerian Islam, melainkan kementerian semua agama.”

“Tetapi sekarang malah berbalik 180 derajat, bahwa Kemenag menurut Gus Yaqut hanya khusus untuk NU, ini kan bertolak belakang dengan sebelumnya,” kata aktivis Muhammadiyah itu mereview ucapan Anwar Abbas disitat dari siaran Youtube Realita TV, Selasa 26 Oktober 2021.

BACA LAINNYA  Kasus JS Padang Kelapo, Warga Minta Inspektorat Batanghari Tegas

Aktivis Muhammadiyah Komentari Sikap Gus Yaqut

Lebih jauh, Mustofa kemudian menyinggung bahwa sebenarnya jika dilihat dengan seksama, Gus Yaqut memang polos saat melempar pernyataan.

Aktivis Muhammadiyah itu meyakini Gus Yaqut tidak sedang menghina pihak lain, atau atas dasar kesengajaan. Melainkan polos.

“Kemungkinan besar dia polos, bukan sengaja, memang polos. Saya pikir itu memang yang dia ketahui dari komunitas yang dia ikuti. Teko keluar sesuai dengan isinya. Jadi saya yakin itu didapat dari pergaulan yang dia ikuti,” katanya.

“Dari sisi politik memang tak ada, menghina tidak, salahi sejarah tidak, menurut saya memang polos.”

Akan tetapi dia membantah jika ungkapan Gus Yaqut adalah guyonan. Sebab tak ada ekspresi bercanda, alias serius.

BACA LAINNYA  Tiba di Rumah Duka, Kapolda Jambi Sampaikan Bela Sungkawa Kepada Keluarga Almarhum di Biak Papua

Pada kesempatan itu, Mustofa lantas menyinggung publik kini jadi tahu kalau tokoh Muhammadiyah lah yang lebih dulu berperan besar atas Kemenag ketimbang NU.

Sebab usai Gus Yaqut melontarkan pernyataan itu, banyak pihak yang kemudian mencari sejarah sebenarnya soal asal mula berdirinya Kemenag.

“Enggak boleh menyalahkan sejarah, akhirnya media-media mainstream sekarang dua hari terakhir ramai-ramai angkat siapa sih pihak yang punya ide kemenag. Dan mohon maaf sekali, itu ide tokoh Muhammadiyah.”

“Masyarakat buka Google, dan ketahuan pernyataan Menag tak pas. Akhirnya kini masyarakat menemukan sejarah, dan dia keliru,” katanya. (Democrazy.id)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terpilih Sebagai Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra Bangun Kualitas Pers

19 Mei 2022 - 06:39 WIB

JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol

17 Mei 2022 - 13:29 WIB

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

Trending di Nasional