Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Kabar Daerah · 1 Okt 2021 22:20 WIB

Sempat Bersitegang Dengan Jurnalis, Perwira Polisi Minta Maaf


 Kompol Rinto Harpian menyampaikan permohonan kepada awak media (Ist) Perbesar

Kompol Rinto Harpian menyampaikan permohonan kepada awak media (Ist)

Kabarjambikito.com – Jurnalis Tribun Jambi Hasbi Sabirin mendapat perlakuan yang sama sekali tidak mengenakan dari perwira Polres Muarojambi.

Peristiwa itu berawal ketika Hasbi meliput sengketa tanah lapangan Akso Dano di Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, pada Kamis (30/09/2021).

Polisi tersebut meminta Hasbi mematikan video yang sedang diabadikannya.

“Kau dari mano,” tanya polisi itu.

Ia pun menjelaskan bahwa dia adalah wartawan yang sedang melakukan live streaming di lapangan.

“Dari Tribun,” jawab Hasbi.

Polisi ini berkeras agar Hasbi mematikan kamera HP-nya. Tanpa mau mendengar penjelasan Hasbi terlebih dahulu.

BACA LAINNYA  Pers Pejuang Informasi, Bahren Nurdin: Melalui Pena Wartawan Selamatkan Bangsa

“Kito lagi live ni Bang,” kata Hasbi.

Polisi berseragam dinas lengkap ini masih tetap berkukuh untuk memintanya mematikan HPnya.

“Tapi kau kok ngambek poto dak ado koordinasi. Tapi gak gitu juga, kau matiin, kau matiin, kau matiin. Kau matiin dulu baru kau cerito,” ujar polisi.

Kejadian tersebut lantas menjadi viral di media sosial.

Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh wartawan atas kejadian yang dilakukan oleh anggotanya itu.

“Saya selaku Kapolres Muarojambi meminta maaf kepada seluruh wartawan atas aksi pelarangan peliputan oleh anggota saya. Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu, dan saya juga mengimbau kepada seluruh jajaran anggota Polres Muarojambi kedepannya agar bisa saling bersinergi dengan awak media,” kata AKBP Yuyan Priatmaja, Jumat (1/10/2021) kepada Infojambi.com Jaringan Media Siber Indonesia.

Oknum perwira itu diketahui bernama Kompol Rinto Harpian menjabat sebagai Kabag Ops Polres Muarojambi. Kompol Rinto secara terang-terangan mengakui kesalahannya.

BACA LAINNYA  PON XX Pupua, Abdullah Sani: Kalian Membuat Bangga Provinsi Jambi

“Memang saya akui ada miskomunikasi hingga menyebabkan terjadinya kejadian tersebut. Dari itu saya meminta maaf kepada seluruh awak media atas kejadian tersebut,” kata Kompol Rinto Harpian di depan puluhan wartawan yang hadir di Mapolres Muarojambi.

BACA LAINNYA  Sekelompok Masyarakat Ngamuk, dan Bakar Sejumlah Bangunan

Sementara itu, salah satu perwakilan media lokal Jambi, Darmanto Zebua menegaskan, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.

Menurutnya, kerja wartawan dilindungi serta dijamin oleh UU Nomor 40 tahun 1999 sebagai hak kewarganegaraan dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya.

“Semoga kejadian pelarangan wartawan dalam melakukan kegiatan jurnalistik seperti saat ini menjadi pengingat serta pelajaran bagi kita bersama, kalau dalam menjalankan kegiatannya, wartawan itu dilindungi UU yang berlaku,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari

15 Oktober 2021 - 16:50 WIB

Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa

15 Oktober 2021 - 16:01 WIB

Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:59 WIB

Pemaparan Visi dan Misi Cakades, Warga: Program Nomor Urut 1 Banyak Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:46 WIB

Sumur Minyak Illegal di Batanghari Dipaparkan Depan Menteri ESDM RI

15 Oktober 2021 - 14:39 WIB

Lagi… Siswa SMP Jadi Korban Lakalantas di Rantau Puri

15 Oktober 2021 - 13:43 WIB

Trending di Batanghari