Polisi Gelar Festival Lomba Mural Berhadiah Piala Kapolri Alhamdulillah… Hasil Panen Padi Memuaskan, Petani: Kami Kekurangan Mesin Thresher dan Pupuk Sumur Energi di Kawasan PT Reki di Batanghari Meledak, Satu Orang Alami Luka Serius Heboh !!! Warga Muaro Jambi Temukan Mayat Dalam Lobang Jenderal Kapolri Listyo Sigit: Penerapan PPKM Level 1 Hingga 4 di Jambi Menunjukkan Progres yang Baik

Home / Hukrim

Sabtu, 11 September 2021 - 11:04 WIB

Siswi SMP Dirudapaksa Teman Kenalan di Instagram, Habis Minum Air Putih Tiba-tiba Pusing dan Lemas

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Nasib malang menimpa seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial NS (14).

Remaja asal Medan, Sumatera Utara itu dirudapaksa oleh pria yang dikenalnya lewat Instagram.

Saat melancarkan aksinya, pelaku memberi korban minuman air putih dalam botol tanpa merek.

Setelah minum itu, korban langsung pusing dan tubuhnya lemas.

Saat itulah pelaku melancarkan aksi bejatnya.

Sebelumnya, NS dikabarkan hilang pada akhir Agustus lalu.

Tak lama setelah itu, ia dibawa pulang oleh temannya dalam kondisi trauma lantaran diduga menjadi korban rudapaksa dan penculikan pria berinisial R.

Saat itu korban melihat ada beberapa pria di dalam rumah tersebut. Saat kembali ditanya, pelaku menyebutkan kalau mereka adalah abangnya.

Disitu korban yang lemas dan tak berdaya diajak ke dalam kamar dan mulai kehilangan kesadaran diri.

“Habis diminumnya itu, dia enggak sadar. Makanya dia juga bilang sempat melihat ada beberapa laki-laki di dalam rumah tersebut,” kata Indra Kesuma Damanik, saat ditemui di Polrestabes Medan, Jumat (10/9/2021).

Sekitar tengah malam korban sempat terbangun dan melihat pelaku menindihnya disaksikan oleh pria lain yang menurut pelaku adalah abangnya.

Saat itu pria tersebut sedang memegang ponsel yang dicurigai sedang merekam kebejatan pelaku yang diduga sedang memperkosanya.

“Disitu dia lihat ada laki-laki lain pegang ponsel seperti merekam waktu si pelaku menindih tanpa busana,” lanjutnya.

NS baru sadar diri keesokan harinya, Minggu sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban yang masih lemas mengaku dibangunkan oleh pelaku dan disuruh mandi.

Disitu ia baru menyadari kalau dirinya menjadi korban pemerkosaan lantaran pakaian yang ia gunakan sudah berantakan.

BACA LAINNYA  Ngaku Janda dan Cucu Kiai Terkenal, Wanita Asal Kendal Ini Tipu Warga Jambi

Saat buang air kecil merasakan ada cairan darah dan lendir yang diduga sperma pelaku yang melekat di celana dalamnya.

Korban yang panik tak jadi mandi karena merasa curiga.

Kuasa hukum korban, Indra Kesuma Damanik, mengatakan kejadian bermula pada Sabtu (28/8/2021) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu korban sedang mengerjakan tugas sekolah di salah satu rumah rekannya di kawasan Medan Tuntungan.

Tak lama kemudian ia dihubungi seorang pria yang dikenal melalui aplikasi Instagram. Pelaku menanyakan dimana korban berada. Sekitar 10 menit kemudian, pelaku tiba dan langsung mengajak NS pergi.

Pelaku beralasan membawa korban jalan-jalan keliling Kota. Namun di dalam perjalanan korban menanyakan tujuan pasti kemana dirinya akan dibawa pergi karena sudah berkendara selama dua jam.

Pelaku terus mengalihkan pembicaraan dengan mengajak NS bercanda.

Sekitar dua jam berlalu mereka berkendara menggunakan Honda Scoopy, pelaku menawarkan minuman botol tanpa merk.

Pelaku menyodorkan air yang diduga sudah diberikan obat penenang karena warna air yang sedikit keruh namun botol masih terlihat bening hanya merk yang sudah dilepas.

Korban yang curiga melihat isi air yang sudah keruh tak langsung meminum.

Namun pelaku terus membujuk dengan alasan nanti korban kehausan apabila tidak minum karena sepanjang perjalanan belum ada minum.

NS pun langsung meminum minuman yang diambil oleh pelaku dari depan dashbor motornya.

Namun tak lama kemudian ia merasa kepalanya pusing dan tubuhnya lemas.

Disitulah pelaku membawa NS ke sebuah rumah yang diduga berada di Desa Laudendang, Kecamatan Percut Sei Tuan sekitar pukul 19.00 WIB.

BACA LAINNYA  Polisi Gelar Festival Lomba Mural Berhadiah Piala Kapolri

Korban yang lemas pun sempat menanyakan lokasi mereka dimana. Pelaku menjawab bahwa sedang berada di rumahnya.

Usai dari kamar mandi pelaku pun membawa korban keluar rumah ke sebuah kafe untuk makan.

Disitu ia diajak makan yang diperkirakan lokasinya tak jauh dari rumah pelaku.

Namun ia menolak makan karena merasa tubuhnya kurang sehat.

Tak lama berselang pelaku pun mengajak NS ke sebuah penginapan yang tak diketahui lokasinya.

Disitu mereka tiba di hotel dan sudah ada seorang laki-laki merupakan teman pelaku berada di dalam kamar hotel.

Bahkan korban dan pelaku sempat berfoto di dalam hotel tersebut dengan pose pelaku memeluk korban dan baru diketahui belakangan kalau foto tersebut di upload ke Instagram Story milik pelaku dan di-tag ke akun Instagram korban.

Berselang beberapa menit teman pelaku pergi keluar dan langsung mengunci pintu.

Disitu pelaku diduga melakukan aksi bejatnya kembali disaat korban belum sepenuhnya sadar.

Keesokan harinya, Senin (30/8/2021), teman korban yang sebelumnya ada di hotel datang kembali dan memberitahukan kalau korban sudah viral dimana-mana.

Disitu mereka langsung keluar dari hotel berboncengan tiga ke sebuah tempat makan.

Baca juga: Anak Habisi Nyawa Ibu Kandung di Cilacap, Pelaku Kesal Kerap Dimarahi dan Merasa Tak Dianggap

Hampir Dipukul dengan Helm

Pelaku dan temannya sempat berbicara soal kendaraan yang akan dipakai karena kendaraan milik temannya akan digunakan untuk belajar praktik.

Tak lama kemudian ia diajak pergi dan diturunkan ke pinggir sungai.

Pelaku menurunkan korban dipinggir sungai dan menyuruh korban pulang naik angkot.

BACA LAINNYA  Bakhtiar Sebut, Infrastruktur Jadi Program Prioritas Pemkab Batanghari

Merasa tak mengetahui lokasi, korban memohon kepada pelaku agar ia diantar kerumahnya.

Namun pelaku menolak dan hampir memukul NS menggunakan helm yang digunakannya.

“Dibentak-bentak dia. Mau dipukul juga pakai helm karena enggak mau disuruh naik angkot,”.

Melihat korban menangis, pelaku menyuruh korban menghubungi temannya untuk menjemput ke lokasi yang berada di pinggir sungai.

Disitu korban menghubungi temannya yang kebetulan kenal juga dengan pelaku.

Ia lantas mengirimkan kordinat lokasi melalui pesan WhatsApp melalui hp milik pelaku.

Tak lama berselang temannya laki-laki berinisial TH, sekaligus tetangga pelaku menjemput dan membawanya pergi dari pinggir sungai tersebut.

Bukannya diantar kerumahnya, TH juga menurunkan NS di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas untuk selanjutnya diantar oleh temannya, D.

“Si TH ini mungkin takut terlibat makanya diturunkan kerumah kawan yang lain,”.

Akibat peristiwa tersebut korban sempat mengalami kerugian karena ponsel milik korban diambil pelaku. Selain itu pelaku juga mengambil perhiasan yang terpasang di telinganya.

Namun ponsel milik NS berhasil diambil kembali setelah mengetahui ke orangtuanya kalau ponselnya diambil oleh R.

Saat itu juga mereka pergi ke rumah pelaku yang berada di Jalan Jatian, Gang Pono, Kelurahan Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan untuk mengambil hp milik NS.

Disitu ia belum mengaku ke orang tuanya kalau menjadi korban kekerasan seksual. Ia baru memberitahukan kepada orang tuanya usai sesampainya di rumah.

Atas peristiwa tersebut mereka melaporkan ke Polrestabes Medan dengan Nomor Laporan LP/B/1766/1X/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/ POLDA SUMATERA UTARA pertanggal 10 September 2021.

“Sekarang tinggal nunggu hasil visum,” ucapnya.

Tribunnews.com

Share :

Baca Juga

Hukrim

Ngaku Janda dan Cucu Kiai Terkenal, Wanita Asal Kendal Ini Tipu Warga Jambi

Hukrim

Polres Merangin Ciduk 4 Bandar Narkoba

Bisnis

Technician Education Can Fuel Financial Success

Hukrim

Ditangkap KPK Saat Tidur, Bupati Probolinggo Korupsi Menjabat ke Periode Kedua

Hukrim

Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Tersangkakan Adik Kandung Benny Tjokro

Hukrim

Tercium Aroma Tidak Sedap di Dinas Kesehatan, LSM Bidik Indonesia Sambangi Kasi Intel KMJ

Batanghari

Tercium Aroma Penyimpangan, Masyarakat Minta Ispektorat Batanghari Periksa dan Audit Dana BumDes Setiap Desa

Hukrim

12 Orang Saksi Kasus Ketok Palu RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2017 Diperiksa KPK Hari Ini