LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Kabar Islam

Minggu, 8 November 2020 - 11:38 WIB

Skenario Kembalinya Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab

TELAH siap rencana kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia tanggal 9 dari Jeddah dan 10 November di Bandara Soekarno Hatta. Di dalam negeri berbagai kelompok masyarakat mempersiapkan penyambutan dari Bandara menuju tempat kediaman. Rapat-rapat dilaksanakan di berbagai daerah. Tentu Jakarta, Banten, dan Jabar prioritas untuk massa penjemput.

Sementara sikap pemerintah menunjukkan banyak warna, baik mempersilakan maupun mengkhawatirkan. Ada pula yang mengancam soal kerusuhan dan bongkar bongkar kasus hukum. Yang menarik adalah

“perang alasan” antara Menkopolhukam Mahfud MD dan Agus Maftuh yang disebut HRS “Dubes tak cerdas” dengan Habib Rizieq Shihab sendiri.

Menurut Mahfud MD berdasar info Dubes Agus Maftuh, HRS pulang karena overstay dan menghadapi pemulangan paksa (deportasi) dari Pemerintah Saudi. Sedangkan menurut HRS kembalinya bukan deportasi atau over stay. HRS mengancam akan mengambil langkah hukum bagi penuduh overstay.

Ada empat skenario yang mungkin terjadi, yaitu :

Pertama, semua berjalan mulus. Jemput di bandara dan konvoy kendaraan jamaah menuju Jakarta. Pihak kepolisian hanya menertibkan massa penjemput. Efek psiko politis penjemput yang sangat banyak tentu menguntungkan HRS. Pemerintah bersahabat atau sebaliknya tak berdaya?

Baca Juga   Fakta Mengejutkan Habib Rizieq, Eks Politisi PDIP: Dia Itu Seorang Soekarnois, Islamnya Nasionalis

Kedua, terjadi kericuhan di bandara, HRS langsung ditangkap dengan tuduhan penyebab atau penyulut kerusuhan. Kelompok penyusup sukses beraksi. Dibuat massa buatan yang melakukan perusakan di bandara atau perjalanan. Atau bisa saja HRS ditangkap dengan alasan kasus-kasus lama.

Ketiga, mengisolasi HRS setiba di Jakarta dengan alasan Covid 19. Meski ungkapan Kemenkes aneh juga sebab kemarin Pompeo dan lainnya tidak. Memperkecil ruang gerak aktivitas HRS dan mencegah membludak tamu di Markas FPI atau kediaman HRS. Pemerintah menimbang langkah lanjutan.

Keempat, demo tandingan dibeberapa tempat yang menegasi HRS dengan berbagai ocehan. Asal teriak saja, ya sedikit bakar bakar poster. Sebagaimana biasa demo “nasbung” seperti ini berbiaya. Karenanya jumlah menjadi terbatas. Asal ada saja. Foto dan berita buat media.

Melihat antusiasme masyarakat untuk menjemput ke bandara, nampaknya akan menjadi aktivitas fenomenal. HRS menjadi figur ikutan perubahan yang didambakan. Status quo yang otoriter dan menjemukan tersentak dengan hal ini.

Bagi rezim yang korup, tak punya rasa malu, sewenang-wenang, gemar rekayasa, serta sensitif, maka kepulangan HRS yang dijemput massa besar, menimbulkan kegamangan. Di tengah wibawa pemerintah yang merosot, maka fenomena 10 November 2020 dapat mengguncangkan.

Baca Juga   Pesan Ustad Abdul Somad untuk Pembenci Keturunan Nabi Muhammad

Dalam sejarah, kepulangan HRS ini yang paling hangat dibicarakan dan menjadi penjemputan tokoh terbesar. Bagi Jaya Suprana dapat menjadi obyek yang menarik. Tetapi bagi umat Islam yang merasa terpinggirkan dalam proses politik di negara ini, kepulangannya menjadi suplemen penguat perjuangan.

Kita tidak dapat mengetahui persis apa yang terjadi pasca kepulangannya. Hanya saja tapak yang dibuat sebelum kepergian ke Saudi Arabia hingga kini masih menggema yaitu “212”.

Berkumpul jutaan orang di Monas mendengarkan Khutbah Jum’at HRS yang menggelegar. Presiden Jokowi adalah salah seorang jama’ah terdepannya.

Sebentar lagi reuni 212 yang biasanya dihadiri jutaan jama’ah pula. Jika benar bahwa HRS jadi pulang, maka reuni 212 tahun 2020 akan menjadi ajang penting perjuangan umat Islam dan bangsa Indonesia. Ada kekuatan magnetik dari salah satu pemimpin umat yang disegani (ditakuti) penguasa, Habib Rizieq Shihab.

(Penulis: M. Rizal Fadillah, Pemerhati politik dan kebangsaan)

Share :

Baca Juga

Kabar Islam

Makna dan Hakikat Ramadhan Bulan Penuh Agung

Kabar Islam

Malaysia Kecam Karikatur Nabi dan Kebencian pada Islam

Kabar Islam

5 Warga Pekanbaru Putuskan Mualaf, Ini Alasan Mereka Memeluk Islam

Kabar Islam

Beda Orang Beriman dan Kafir Sikapi Nikmat Allah SWT

Kabar Islam

Pilih Jadi Jurnalis, Bushra Ingin Kabarkan Palestina ke Dunia

Kabar Islam

Perjalanan Habib Umar Bin Hafizd

Kabar Islam

Tanda Iman Seorang Mukmin, Mengapa Sabar Paling Utama? 

Kabar Islam

Sikap Kita Kepada Penghina Nabi Muhammad? Ini Kata UAS