Menu

Mode Gelap
Harga Buah Sawit Anjlok, Dewan Batanghari Gelar RDP Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran, Al Haris Gandeng Polda Jambi Al Haris Harapkan Qori dan Qori’ah Harus Percaya Diri Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus KNPI, Irjen Pol Rachmad: Polri Siap Bersinergi

Bisnis · 19 Jan 2022 07:52 WIB

SKK Migas Resmikan Fabrikasi 2 Proyek Migas


 SKK Migas Resmikan Fabrikasi 2 Proyek Migas Perbesar

NASIONAL – 18 Januari 2021. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaksanakan kegiatan first cut fabrikasi 2 proyek migas yang dijadwalkan onstream pada tahun 2022 dan 2023 mendatang. Kedua proyek tersebut adalah Proyek MAC yang dilaksanakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML) dan Proyek Forel-Baronang oleh KKKS Medco E&P Natuna Ltd.

 

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Ardiansyah mengatakan, kapasitas fasilitas produksi Proyek MAC yang akan dibangun sebesar 50 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari), proyek ini dijadwalkan onstream pada Kuartal IV-2022.

BACA LAINNYA  Sidak ke Pasar Angso Duo, Al Haris Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

 

“Lingkup pekerjaan utama Proyek MAC adalah 1 buah Wellhead Platform, 8 KM 10-inch Subsea Pipeline, hot tap ke-28 inch EJGP, dan sewa MOPU (Mobile Offshore Production Unit),” kata Ardiansyah dalam acara 1st Cut Ceremony Proyek MAC dan Proyek Forel-Baronang yang dilaksanakan di PT Meitech Fabrication Yard, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (18/1/2022).

 

Ardiansyah melanjutkan untuk fasilitas produksi Proyek Forel-Baronang yang akan dibangun sebesar 10.000 BOPD (barel minyak per hari) dan 43 MMSCFD (gas lift, gas injection, dan own use), proyek ini dijadwalkan onstream pada Kuartal IV-2023. “Proyek ini terdiri atas 2 buah Wellhead Platform, 17 KM 8-inch Subsea Pipeline, dan sewa FPSO (Floating Production Storage and Offloading),” terangnya.

BACA LAINNYA  Ulama NU Ini Sampaikan Pesan Penting untuk Jokowi soal Menag Yaqut

 

Kemudian Ardiansyah menghimbau agar KKKS maupun PT Meindo Elang Indah selaku Kontraktor EPCI (Engineering, Procurement, Construction, and Installation) agar dalam pelaksanaan kedua proyek tersebut senantiasa menerapkan kaidah-kaidah manajemen proyek yang baik serta mengedepankan pelaksanaan aspek Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) juga prinsip 4 No’s di hulu migas yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality.

 

“SKK Migas terus menerus mengingatkan aspek K3LL merupakan prioritas di industri hulu migas, sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu menjaga agar zero accident dapat tercapai hingga kedua proyek ini onstream,” ungkap Ardiansyah.

BACA LAINNYA  Cari Alat Bukti di Kantor KPU Tanjabtim, Penyidik Temukan Pistol

 

SKK Migas mencatat, investasi untuk kedua proyek ini berjumlah sekitar USD 429 juta atau Rp. 6,2 triliun. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi investasi yang dilakukan oleh HCML dan Medco ini, kami berharap investasi tersebut selain dapat meningkatkan produksi migas nasional juga dapat memberikan multiplier effect hulu migas bagi perekonomian nasional maupun lokal di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus yang turut hadir dalam acara tersebut.

 

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Kunjungi Lokasi Temuan Migas Baru di Sumatera Selatan

15 Mei 2022 - 19:36 WIB

Premier Oil Melakukan Pengeboran Laut Dalam di WK Andaman II

13 Mei 2022 - 07:35 WIB

SKK Migas – KKKS Jindi South Jambi Serahkan 75 Al Qur’an Kepada Komunitas Milenial Santri Peduli

5 Mei 2022 - 08:27 WIB

Optimasi Pengembangan Lapangan Tahap-2 WK Rokan Disetujui, Tambah Investasi Hulu Migas Rp. 35 Trilyun

29 April 2022 - 06:03 WIB

Success Ratio Sumur Eksplorasi Mencapai 80%

27 April 2022 - 11:56 WIB

Jelang Lebaran Idul Fitri, Al Haris Terus Pantau Stok Migor

20 April 2022 - 16:04 WIB

Trending di Ekonomi