Menu

Mode Gelap
Kebakaran Dzulhijah Muara Bulian, Santri Harus Kehilangan Tempat Tinggal Saat Fadhil Arief Pidato, Tiga Oknum Camat Ini Asyik Ngobrol Jamaah Haji Asal Sarolangun Persiapkan Diri Sebelum Wukuf di Arafah Tuntut Kenaikan Gaji, Anggota BPD Se-Sarolangun Gelar Unjukrasa Kapolda Jambi Pimpin Penutupan Diktuba TA 2022

Pencerahan/ Hikmah · 24 Sep 2021 18:09 WIB

Sudah Tobat, Mantan Penganut Aliran Sesat Dapat Rumah


 Seremoni program Rumah Harapan untuk eks penganut Islam Hakekok Balakasuta di Pandeglang, Banten, Kamis (23/9) Perbesar

Seremoni program Rumah Harapan untuk eks penganut Islam Hakekok Balakasuta di Pandeglang, Banten, Kamis (23/9)

Kabarjambikito.com — Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meresmikan program Rumah Harapan untuk para mantan penganut Islam Hakekok Balakasuta yang berada Pandeglang, Banten. Pembangunan Rumah Harapan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari BMM dan Bank Muamalat dalam mengentaskan rawan akidah dan penyimpangan terhadap ajaran agama Islam di pelosok Indonesia.

Penyimpangan akidah yang terjadi disinyalir karena lokasi tempat tinggal mereka yang terpisah dan jauh dari pemukiman warga setempat. Sehingga sulit untuk terpantau aktivitasnya.

Direktur Eksekutif BMM Novi Wardi mengungkapkan, sebanyak enam KK atau enam rumah telah dibangun dengan total bantuan senilai Rp 322 juta. Dana digulirkan untuk program Rumah Harapan yang merupakan kontribusi dari Bank Muamalat dan donatur atau muzakki setia BMM.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi sulit akibat pandemi covid-19 ini ditambah dengan adanya permasalahan penyimpangan ajaran agama Islam yang dianut masyarakat, BMM bersama Bank Muamalat dan OJK serta tokoh agama dapat memfasilitasi kebaikan memenuhi kebutuhan dasar mantan penganut ajaran Islam Hakekok Balakasuta ini melalui pembangunan Rumah Harapan,” ungkap pria yang akrab disapa Novwar tersebut dalam keterangan persnya, Jumat (24/9/2021).

BACA LAINNYA  Saat Maksiat Berdampak pada Sulitnya Syahadat di Ujung Ajal

Dia mengucapkan, terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, terutama para donatur dan muzaki BMM. Terkhusus kepada Bank Muamalat yang memiliki semangat yang sama dalam pengentasan rawan akidah di Indonesia. Dia berharap, mantan penganut aliran Islam Hakekok Balakasuta dapat tercukupi kebutuhan dasarnya dalam bentuk tempat tinggal.

Agar selanjutnya mereka dapat menata kembali kehidupan yang baik dan benar sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama Islam yang sesungguhnya. Serta dapat berinteraksi dengan warga setempat sehingga bisa terhindar dari potensi penyimpangan aliran kepercayaan.

Karim, salah seorang penerima manfaat program Rumah Harapan turut mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Dia sangat berterima kasih kepada BMM, Bank Muamalat, dan donatur yang sudah memberikan rumah.

BACA LAINNYA  Muktamar NU ke-34 Akan Digelar 23-25 Desember 2021

“Semoga rumah ini menjadi barokah bagi kami dan yang memberikan rumah kepada kami mendapat barokah dari Allah SWT,” katanya.

Program kolaborasi antara BMM dan Bank Muamalat ini juga turut didukung oleh sejumlah pihak diantaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Tokoh Agama Banten, KH. Abuya Muhtadi Al-Bantani. Tokoh agama dalam hal ini memberikan pembinaan di Pesantren Cidahu dengan tujuan membantu korban penyimpangan kepercayaan Hakekok Balakasuta kembali kepada akidah dan syari’at Islam yang benar.

“Alhamdulillah, kini mereka telah meninggalkan ajaran aliran tersebut dan siap berpindah ke rumah baru di lokasi dekat pemukiman warga sebagai langkah awal baru menata kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, program Rumah Harapan ini adalah implementasi dari hakikat pendirian bank syariah. Menurutnya bank tidak hanya sekadar mencari keuntungan melainkan dapat memberikan manfaat bagi sesama muslim.

BACA LAINNYA  Wanita Tidak Berhijab Tapi Punya Hati yang Baik, Ini Tanggapan Ustadz Abdul Somad

“Kami sangat bahagia akhirnya program ini dapat berjalan dengan baik, nudah-mudahan rumah yang telah dibangun memberikan manfaat bagi penerimanya,” katanya.

Dengan selesainya proses pembangunan Rumah Harapan di wilayah Pandeglang tersebut, BMM dan Bank Muamalat mengadakan peresmian yang dilaksanakan secara hybrid atau secara langsung dan daring pada hari Kamis (23/9). Acara tersebut diresmikan oleh sejumlah pejabat daerah dan nasional.

Seperti Asisten Daerah Pemprov Banten, Septo Kalnadi, dan dihadiri pula oleh Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III (OJK) Slamet Edy Purnomo, Direktur Pemberdayaan Zakat & Wakaf Kemenag RI Tarmizi Tohor.

Acara juga dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, Direktur Eksekutif BMM, Novi Wardi, dan Abah Abdul Azis selaku tokoh agama.

Republika.co.id

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sambut 1 Muharam Rambutan Masam Bakal Kedatangan Habib, Ust Dhenny Al Fiqrie: Kita Gaungkan Syiar Islam

6 Juni 2022 - 15:51 WIB

Siapa Sebenarnya Sosok Ebit Lew

13 Mei 2022 - 14:23 WIB

UAS: Azan Itu Lafadz Allah, Yang Terganggu Musti di Ruqyah

25 Februari 2022 - 11:37 WIB

Merawat Persaudaraan

10 Februari 2022 - 08:09 WIB

Refliksi Sumpah Pemuda Dalam Mendorong Generasi Muslim Berkualitas

28 Oktober 2021 - 08:29 WIB

Ganjaran Istri yang tak Membangkang pada Suami

28 Oktober 2021 - 07:36 WIB

Trending di Pencerahan/ Hikmah