Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Ekonomi · 14 Des 2021 17:37 WIB

Tahun 2022 Harga Rokok Naik, Perokok Harus Pikir-pikir Beli Rokok Atau Kebutuhan Keluarga


 Kantor Bea Cukai di Jambi Perbesar

Kantor Bea Cukai di Jambi

Kabarjambikito.com — Harga rokok per 1 Januari 2022 dipastikan meningkat drastis akibat kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) yang diputuskan pemerintah.

Rata-rata kenaikan CHT adalah 12%, kecuali jenis SKT yang alami kenaikan maksimal 4,5%. Sementara HJE tertinggi adalah SPM I Rp 40.100 per bungkus 20 batang dan SKM I Rp 38.100 per bungkus.

Kepala Kantor Bea Dan Cukai Jambi, Ardiyatno menyebut upaya penguatan kualitas kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai instrumen kebijakan.

Alokasi belanja kesehatan telah ditingkatkan menjadi minimal 5% dari
total belanja pemerintah di APBN. Dari hal tersebut, salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah mengurangi konsumsi rokok yang saat ini mengkhawatirkan.

Selain mengancam kesehatan, rokok juga memperburuk taraf sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Selain menjadi faktor risiko kematian terbesar kedua di Indonesia, berbagai riset dan kajian telah membuktikan bahwa konsumsi rokok juga meningkatkan risiko stunting dan memperparah dampak kesehatan akibat COVID-19.

Biaya kesehatan akibat merokok
tercatat sebesar Rp17,9-27,7 triliun setahun. Dari total biaya ini, terdapat Rp10,5 – 15,6 triliun yang merupakan biaya perawatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

BACA LAINNYA  Bila Dikelola Secara Legal, Sumur Ilegal Hasilkan 10.000 Barel Per Hari

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di bulan Maret 2021 pun juga menunjukkanbahwa konsumsi rokok merupakan pengeluaran kedua
tertinggi di masyarakat setelah konsumsi beras.

“Kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) adalah bagian dari upaya pemerintah guna mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus peningkatan produktivitas sumber daya manusia ke depannya. Pemerintah pun terus berkomitmen untuk menekan konsumsi rokok, khususnya perokok anak-anak yang sangat dipengaruhi oleh harga rokok.” Ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Jambi, Ardiyatno dalam rilis tertulis. Selasa (14/12/2021).

Selain penyesuaian tarif CHT, pemerintah juga melakukan simplifikasi tarif cukai, penyesuaian batasan Harga Jual Eceran (HJE) minimum, dan penindakan rokok ilegal, di saat konsumsi rokok yang dibuat dengan mesin baik rokok kretek (Sigaret Kretek Mesin/SKM) maupun rokok putih (Sigaret Putih Mesin/SPM) terus menurun sejalan dengan
kenaikan harga akibat penyesuaian tarif CHT.

BACA LAINNYA  Wacana Sungai Batanghari Bersih, Edi Purwanto : Jika Tidak Ada Anggaran Berarti Cuma Ngomong Doang

Konsumsi rokok yang dibuat dengan tangan (Sigaret Kretek Tangan/SKT) justru naik dalam 2 tahun terakhir karena tarif cukainya tidak naik yang membuat harganya menjadi lebih terjangkau.

Lebih lanjut dijelaskan Ardiyatno tidak naiknya jenis SKT pada 2021 memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja utamanya petani tembakau serta pekerja di industri tembakau secara umum.

“Melalui DBH CHT, pemerintah berupaya meningkatkanbdukungan terhadap petani/buruh tani tembakau serta buruh rokok, rencana tahun 2021-2022, alokasi DBH CHT diarahkan ke sektor kesehatan (25%), peningkatan kualitas bahan baku, keterampilan kerja, dan pemberian bantuan (50%), serta untuk penegakan
hukum (25%) ” Imbuhnya.

Dengan demikian, kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan Harga Jual Eceran (HJE) Sigaret yang akan dimulai Januari 2022 adalah : (i) Penyesuaian tarif cukai dan batasan minimum HJE seluruh jenis sigaret sebesar rata-rata
tertimbang 12% dengan kenaikan tarif untuk SKT maksimal 4,5;

(ii) Penyederhanaan struktur tarif menjadi 8 layer (simplifikasi Golongan IIA dan IIB jenisbSKM dan SPM);

BACA LAINNYA  Gubernur Jambi: Saya Ingin Masyarakat Tak Terjebak Dalam Kemiskinan

(iii) Optimalisasi kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) sebagai
bantalan kebijakan CHT.

Sedangkan penyesuaian tarif cukai dan batasan minimum HJE jenis Rokok Elektrik (RE) dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) adalah sebesar 17,5%, dengan tarif cukai spesifik.

Menurutnya kebijakan CHT 2022 tersebut akan menurunkan konsumsi rokok sebesar rata-rata 3,0% pertahun. ” Kerja sama seluruh pihak juga dibutuhkan untuk menurunkan prevalensi merokok yang disebabkan oleh faktor non-harga seperti tingkat pendidikan, pengaruh teman sebaya
dan orang tua/keluarga yang merokok, iklan, promosi, sponsorship rokok, serta akses yang mudah untuk membeli rokok batangan ” Timpalnya.

Dengan adanya kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun 2022 mendatang, peredaran rokok ilegal di Indonesia akan lebih mendapatkan perhatian utama Instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya pada daerah yang menjadi tempat pemasaran rokok-rokok ilegal. Salah satunya yaitu Bea Cukai Jambi. (Ade)

Artikel ini telah dibaca 697 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

24 Juni 2022 - 16:38 WIB

Harga Sawit Anjlok, Al Haris Sudah Telpon Mendag

24 Juni 2022 - 16:12 WIB

Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

22 Juni 2022 - 17:44 WIB

SKK Migas Tanda Tangani Kontrak Kerja Sama WK Agung I, Agung II dan North Ketapang

21 Juni 2022 - 16:46 WIB

SKK Migas-KKKS Saksikan Ekspor 1200 Metriks Ton Pipa Ke Uganda dan Kuwait

12 Juni 2022 - 16:30 WIB

SKK Migas Kejar Realisasi Komitmen Program Kerja KKKS

11 Juni 2022 - 10:12 WIB

Trending di Bisnis