LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Peristiwa / Tanjabtim

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:42 WIB

Tak Bisa Berlayar Karena Kendala Izin, 8 Kapal Ini Terkatung-Katung, Kemana Pemerintah?

Kabarjambikito.com– Delapan kapal angkutan sembako untuk warga Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan warga Kecamatan Dabuk Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau tidak dapat beroperasi selama satu bulan tertahan di pelabuhan pasir Kota Jambi.

Para kapten dan Anak Buah Kapal (ABK) kapal tidak dapat berlayar karena terkendala persyaratan kapal yang tidak kunjung siap, hingga saat ini para kapten dan ABK meminta solusi kepada pemerintah.

H. Hamsa salah seorang Kapten Kapal yang bersandar di pelabuhan pasir Kota Jambi menyebut untuk perizinan telah di urus, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima keputusan
dari pihak terkait.

” Perizinan sudah kami urus, tapi belum ada keputusan hingga saat ini, Kami minta solusi kepada pemerintah agar kapal dapat berlayar, mengingat kapal ini membawa bahan pokok sembako ” Ungkap H. Hamsa, Jum’at (18/06/2021).

Baca Juga   Dialog Interaktif, BNNK Batanghari Kenali Bahayanya Narkoba Kepada Anak Remaja

Dirinya juga mengungkapkan bahwa kerugian yang di tanggung selama tidak berlayar mencapai ratusan juta, dan barang sembako yang dimuat sebagian tidak bisa di kembalikan ke toko.

” Satu hari kerugian kami 28 juta, biaya kehidupan sehari-hari disini lebih dari 100 ribu, sementara anak buah kapal tidak di gaji jika tidak berlayar, karena mereka digaji pertrip ” Ujarnya.

Diketahui dampak dari kapal tersebut tidak beroperasi ke Sadu, Tanjabtim dan Kabupaten Lingga, Kecamatan Dabuk Singkep, Provinsi Kepulauan Riau, harga sembako di wilayah tersebut merangkak naik.

H. Hamsa yang merupakan salah satu kapten kapal kembali meminta solusi kepada pemerintah agar kapal yang bersandar di pelabuhan pasir dapat berlayar untuk mengantar sembako kepada warga di Tanjabtim dan Dabuk Singkep, Kepulauan Riau.

Baca Juga   Rachmawati Soekarnoputri Meninggal, Netizen Ucap Duka Cita

Sementara itu hal yang menyedihkan di ungkap oleh salah seorang ABK kapal yang bersandar di pelabuhan itu, dirinya mengungkapkan bahwa Sembako yang angkut oleh kapalnya ada yang sudah memasuki masa kadaluarsa.

” Ya seperti roti banyak yang sudah masuki tanggal kadaluarsa, kemarin ada barang yang sudah kita muat, kita bongkar lagi, telur ” Sebutnya.

Kendati demikian menurut ABK lain yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sudah melakukan Pendidikan berlayar harus menanti keputusan dari pusat.

” Kalaupun sudah sekolah, tidak bisa berlayar karena harus menanti keputusan dari pusat baru bisa berlayar ” Bebernya.

Para Kapten dan ABK Kapal mengharapkan kapal mereka bisa berlayar sembari menanti surat keputusan dari pihak terkait, agar perekonomian terus berjalan diwilayah tujuan mereka.

(Ade)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Cek Endra dan Jejak Panjang Kasus IUP Batubara di Sarolangun

Peristiwa

Pandemi dan Ekonomi

Peristiwa

Video Anak Skateboard Main di Jalan Ditendang Pemotor, Salah Siapa?

Peristiwa

Mobil Terguling di Jalan, Posisi Sopirnya Bikin Heran Warganet

Peristiwa

Sempat Hilang Dua Hari, Nenek Ini Ditemukan Terbaring di Semak Belukar

Peristiwa

Gelar Aksi Unjukrasa, LSM Batanghari Minta Kejaksaan dan Inspektorat Usut Ini

Hukrim

Balap Liar Kocar-Kacir di Razia Tim Gabungan Satpol-PP Muaro Jambi

Peristiwa

Warga di Gegerkan Penemuan Mayat di Mutilasi Dipinggir Jalan