LIVE TV
Apnizal: Surat Pengunduran Diri Sanusi Sudah Diteruskan ke KPU RI Dinkes Muaro Jambi Minta Perusahaan Tambah Ruang Isolasi Breaking News!! Warga Pelayangan Tembesi Temukan Mayat Gantung Diri Kapolres Tanjabbar Pimpin Langsung Apel Gelar Pasukan OPS Ketupat Malangnya Nasib Nakes Jambi – Lebaran Dekat, Insentif Belum Cair

Home / Kabar Daerah

Rabu, 27 Januari 2021 - 16:01 WIB

Tak Kunjung Selesai, Ratusan Warga Masih Duduki Lahan

Kabarjambikito.com – Hingga hari ini ratusan petani yang tergabung dalam forum masyarakat Teluk Nilau, kecamatan Pengabuan, kabupaten Tanjab Barat masih menduduki lahan yang berlokasi di area produksi PT WKS.

Belum adanya kejelasan soal sengketa lahan warga kelurahan Teluk Nilau. Ratusan warga yang tergabung dalam forum masyarakat kelurahan Teluk Nilau kembali menduduki lahan.

Forum Masyarakat Kelurahan Teluk Nilau melakukan aksi pendudukan lahan di areal kemitraan PT WKS, terhitung sejak Senin (18/01) lalu dan hingga saat ini masih bertahan dilokasi.

Aksi warga yang terdiri dari para petani ini dipicu lantaran belum adanya penyelesaian dari Tim Terpadu kabupaten Tanjabbar, soal penyelesaian Konflik lahan ditengarai telah berlangsung selama setahun.

Baca Juga   Papan Bunga Selamat Datang Sambut Al Haris di Muara Sabak Barat

Info yang berhasil dihimpun dilapangan, masyarakat yang didampingi KPW STN Provinsi Jambi mendirikan tenda di lokasi lahan sengketa.

Hal itu dibenarkan ketua forum masyarakat Teluk Nilau Anhar. Saat ini pihaknya mengambil sikap untuk menduduki lahan sengketa yang berlokasi di areal kemitraan PT. WKS.

” Benar saat ini kita menduduki lahan ini, karna sampai hari ini tidak ada kejelasan status lahan kami yang terahir sudah berproses sampai ke tingkat timdu, ” kata Anhar, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga   Abdullah Sani Hadiri Konsolidasi Pemenangan Pilkada DPD PKS Tanjab Barat

Dijelaskannya juga, berbagai proses penyelesaian melalui pertemuan dengan pihak eksekutif dan legislatif sudah di lalui. Bahkan menurutnya, proses yang dilalui telah berlangsung selama setahun.

” Semua proses terkait penyelesaian konflik lahan ini sudah kita ikuti, bahkan pertemuan antara pemerintah kabupaten dan warga Teluk Nilau juga sudah kita lakukan, sayangnya apa yang menjadi keinginan warga hingga saat ini belum terealisasi, ” jelasnya.

Disingung soal berapa lama waktu pendudukan lahan tersebut oleh forum masyarakat Teluk Nilau ?

” Sampai ada kepastian status lahan ini, baik itu oleh Pemkab, maupun keputusan dari timdu, ” tegasnya.

Baca Juga   Dihadapan Tim Perempuan Pendukung Haris-Sani Muaro Jambi, Al Haris Bicara Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Untuk diketahui, sengketa lahan warga kelurahan Teluk Nilau, kecamatan Pengabuan ini telah bergulir sejak awal Pebruari 2020 lalu. Ratusan warga mendatang gedung DPRD Tanjab Barat, menuntut pembebasan lahan di areal kemitraan WKS seluas 1.912 hektar.

Dari aksi tersebut diketahui, sebanyak 1000 hektar lahan kelurahan Teluk Nilau yang telah dimitrakan oleh 4 kelompok tani ke PT WKS terhitung sejak tahun 2002/2003 silam.

Sayangnya Timdu kabupaten Tanjab Barat belum berhasil dimintai keterangan terkait lambannya penanganan komplik sosial terkait sengketa lahan ini.

(Sul)

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Parno Adat Koto Renah untuk Dukungan Haris-Sani

Kota Jambi

Wako Fasha Tinjau Vaksinasi Driver di Kota Jambi

Kabar Daerah

Pak Dul Cerita Pendidikan Madrasah Dengan Milenial Tunggal

Muaro Jambi

Kapolres Jamin Peringatan Isa Al-Masih dan perayaan Paskah di Muaro Jambi Aman

Kabar Daerah

Pemkot Jambi Mulai Bagikan Vaksin Sinovac

Kabar Daerah

Jakfar Gantikan Posisi Wakil Ketua DPRD Batanghari Yunninta Asmara

Tanjabtim

PD IWO Tanjabtim Salurkan Handzsanitizer dan Masker ke Masjid, Musholah dan Pesantren

Kabar Daerah

Demi Berdakwah, Ahli Ibadah Ini Rela Disiksa Oleh Penguasa yang Zalim