Menu

Mode Gelap
JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Komisi IV DPRD Provinsi Cek Pembangunan Gedung SMA Negeri 12 Kota Jambi Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

Hukrim · 15 Feb 2022 08:46 WIB

Tak Tepati Janji, Pihak Korban Akan Bawa Kasus Asusila di Desa Lopak Aur ke Rana Hukum


 Foto ilustrasi Perbesar

Foto ilustrasi

Kabarjambikito.com— Keluarga korban asusila SA, menyayangkan sikap pemerintah desa membiarkan Sulaiman yang merupakan kejahatan asusila kembali lagi ke Desa Lokak Aur, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.

Desi salah seorang kerabat dari korban menyebutkan, kehadiran Sulaiman (69), pria paruh baya yang tinggal di RT 04 Desa Lopak Aur, membuat SA (korban kejahatan asusila Sulaiman) menjadi ketakutan dan murung diri di dalam rumah.

“Kami sangat menyayangkan, pelaku kejahatan asusila Sulaiman kembali lagi ke Desa Lopak Aur ini. Seharusnya pemerintah desa menghargai aturan adat. Karena ini membuat keponakan saya itu ketakutan,” ungkap Desi, Selasa (15/02/2022) kepada Pamayung.co media partner Kabarjambikito.com.

Sementara di dalam surat perjanjian pelaku kejahatan asusila Sulaiman saat di sidang hukum adat, Sulaiman telah diberi sanksi hukum adat pada 29 Januari 2021 lalu. Dalam perjanjian yang disaksikan aparat desa dan Bhabinkamtibmas tersebut jelas tertulis dalam poin ke dua bahwa Sulaiman wajib meninggalkan Desa Lopak Aur.

BACA LAINNYA  Polsek Sungai Gelam Ringkus Pelaku dan Penada Handphone

“Saat sidang adat desa, selain cuci kampung, Sulaiman juga harus meninggalkan Desa Lopak Aur. Apabila melanggar aturan maka dibawah ke pihak berwajib,” jelas Desi.

BACA LAINNYA  Hesti Ajak Puan Berbagi Kebaikan Pada Bulan Ramadan

Maka dari itu, Desi atas nama korban meminta kepada pihak kepolisian dan kepala desa untuk segera meminta Sulaiman pergi tinggalkan Desa Lopak Aur.

“Apabila tidak ada tindakan apapun dalam waktu dekat, maka kami akan membawa permasalahan ini keranah hukum. Ini jelas melanggar perjanjian adat. Kami tunggu ketegasan Pemdes Desa Lopak Aur. Kami hanya minta keadilan,” tegas Desi.

Diketahui, Sulaiman, yang beraktivitas sebagai seorang petani di Desa Lopak Aur, telah terbukti melakukan kejahatan asusila (pemerkosaan) terhadap SA, yang masih duduk di kelas VI Sekolah Dasar.

BACA LAINNYA  Kejari Batanghari Matangkan Berkas Sebelum P21 Kasus Bedah Rumah dan Puskesmas Bungku

Pada 29 Januari 2021, Sulaiman yang mengakui semua perbuatan kejinya, di giring ke Balai Desa Lopak Aur untuk menjalani Sidang Adat. Selain diminta sejumlah uang untuk cuci kampung yang merupakan adat setempat, pada surat perjanjian yang disaksikan tokoh masyarakat dan kepala desa,
Sulaiman menyetujui agar meninggalkan Desa Lopak Aur.

Hingga berita ini di publis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Desa Lopak Aur.

Artikel ini telah dibaca 410 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Wakil BPD Tebing Tinggi Diringkus BNNK Batanghari

25 April 2022 - 17:13 WIB

Trending di Hukrim