Menu

Mode Gelap
Al Haris Terima Sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda, Salah Satunya Tari Ngebeng Asal Rambutan Masam Pemilihan Bujang Gadis Batanghari 2021, Bima Aditia Raih Sebagai Wakil III Mantan Istri Zumi Zola Diperiksa KPK M ZineDine Zidane Dinobatkan Sebagai Bujang Favorit Batanghari 2021 Air Bersih Mengalir Ke Penjuru Kota, Maulana Terima Perpamsi Award 2021

Kabar Daerah · 16 Okt 2021 11:25 WIB

Tambang Batubara Dekat Dengan Pemukiman Warga, Warga Sungai Gelam Minta Hentikan Beroperasi


 Tambang batubara  dekat dengan pemukiman warga Sungai Gelam Perbesar

Tambang batubara dekat dengan pemukiman warga Sungai Gelam

Kabarjambikito.com — Konflik antara masyarakat Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, dengan perusahaan tambang batubara PT Mutiara Fortuna Raya (MFR) kembali mencuat.

Pasalnya, 457 warga di 23 Rukun Tetangga (RT) termasuk pemuda di desa Sumber Agung telah melakukan petisi penolakan eksploitasi pertambangan batu bara di desa mereka.

Salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan langsung dengan tambang batubara merasa tidak nyaman sejak ada tambang tersebut.

Namun tambang batubara yang terlalu dekat dengan pemukiman warga tersebut masih beroperasi, dan pengakuan dari salah seorang warga merasa terpaksa karena takut harus menjual tanaman kelapa sawit mereka yang berusia produktif seharga Rp 150 ribu perbatang, dan tanaman pohon pinang warga di beli seharga Rp 50 ribu perbatang oleh pihak PT MFR.

BACA LAINNYA  Besok Kamis Pilkades, Animo Masyarakat Cukup Tinggi Terhadap A Roni Ali

Pada saat pihak PT datang untuk membeli tanaman pohon sawit dan pinang di kebun warga tersebut di damping oleh Kepala Desa, Camat dan oknum yang mengaku polisi.

Tentu harga yang tidak wajar tersebut membuat warga merasa keberatan dan merugi apalagi tambang tersebut berjarak kurang lebih 5 Meter tidak jauh dari rumah warga dan tentunya ini menyalahi aturan yang berlaku.

Warga juga menceritakan asal usul tanah yang di garap oleh PT Tambang Batubara tersebut bahwa dahulunya lahan tambang mutiara hitam itu merupakan kebun sawit dan pinang warga Desa Sumber Agung.

BACA LAINNYA  Pilkades Usai, Dinas PMD Batanghari: Januari 2022 Perbup Mulai Berlaku

Kebanyak tanah kebun warga yang tanamannya di beli oleh PT itu berstatus Sporadik yang di keluarkan oleh Kepala Desa, namun ada yang sudah berstatus sertifikat hak milik (SHM).

Dari pengakuan warga setempat lagi bahwa perwakilan masyarakat telah di panggil pihak kepolisian daerah (Polda) Jambi belum lama ini.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), Kurniadi Hidayat yang banyak menerima laporan dan kuasa dari warga desa sumber agung, dan telah menyurati pihak PT dengan tembusan berbagai unsur, tapi PT MFR tetap beroperasi, bahkan dari pihak kepolisian belum merespon.

BACA LAINNYA  Bupati Hadiri Rapat Paripurna Ke IV DPRD, Pengambilan Keputusan 8 Raperda

” Suara rakyat adalah suara tuhan, dan kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat, rakyat telah menolak dengan membuat petisi sebanyak 457 orang lebih namun PT tersebut masih beroperasi, kami minta kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menghentikan operasional tambang tersebut sebelum adanya kepastian hukum ” Ujar Bang Kur, Sabtu (16/10/2021).

Tak ayal seorang warga yang rumahnya bersebelahan langsung dengan tambang itu semakin tidak nyaman atas kegiatan tambang batubara PT Mutiara Fortuna Raya.

“Nampaknya tambah jadi bang malah gas nya dimainkan mainkan lewat depan rumah saya” ungkap salah seorang warga. (Ade)

Artikel ini telah dibaca 523 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Terima Sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda, Salah Satunya Tari Ngebeng Asal Rambutan Masam

9 Desember 2021 - 07:24 WIB

Pemilihan Bujang Gadis Batanghari 2021, Bima Aditia Raih Sebagai Wakil III

8 Desember 2021 - 20:33 WIB

Mantan Istri Zumi Zola Diperiksa KPK

8 Desember 2021 - 14:37 WIB

M ZineDine Zidane Dinobatkan Sebagai Bujang Favorit Batanghari 2021

8 Desember 2021 - 14:01 WIB

Belum Puas Sembunyi Untuk Hirup Udara Segar, Malah Diserahkan Pihak Keluarga Ke Polisi

8 Desember 2021 - 08:43 WIB

Malam Puncak Launching Rock Rise 2021, Empat Band Rock Legendaris Bangkitkan Gairah Musisi Jambi

8 Desember 2021 - 07:03 WIB

Trending di Kabar Daerah