Menu

Mode Gelap
Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi Kapolres Tanjab Gelar Acara Sertijab, Berikut Nama-nama Gempar!!! Sejoli Tewas Bersimbah Darah Dalam Kontrakan

Bisnis · 21 Sep 2021 15:01 WIB

Tarik Investasi, SKK Migas dan Pemkot Solo Sepakati Pengembangan Pendidikan dan Riset


 Tarik Investasi, SKK Migas dan Pemkot Solo Sepakati Pengembangan Pendidikan dan Riset Perbesar

Kabarjambikito.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemerintah Kota Surakarta Jawa Tengah menandatangani nota kesepahaman untuk bersinergi mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi untuk pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Sinergitas SKK Migas dan Pemerintah Kota Surakarta tersebut diterjemahkan ke dalam kerjasama di bidang Pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan (research and development) serta bidang pengabdian masyarakat.

Nota Kesepahaman ditanda tangani oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Jum’at (17/9) di Solo Technopark, Solo. Hadir dalam penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dan Ketua UPT Solo Teknopark, Yudi Cahyantoro dan stakeholder lainnya.

BACA LAINNYA  Banting Stir Eks Pegawai KPK, Mulai Bisnis Kuliner hingga Jadi Petani

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan karatekter industri hulu migas adalah padat modal, menggunakan tehnologi yang tinggi dan penuh resiko karena cadangan migas yang akan dieksploitasi. Oleh karena itu, SKK Migas kemudian mengajak Solo Technopark bekerjasama, dengan mempertimbangkan potensial yang ada untuk membangun kapasitas nasional.

“Salah satu tantangan adalah bagaimana memaksimalkan kapasitas nasional. Oleh karena itu kami sangat tertarik membawa tehnologi hulu migas untuk bisa dikerjasamakan dengan Solo Technopark,” kata Dwi Soetjipto.

Ke depan, kegiatan industri hulu migas Indonesia akan meningkat karena Indonesia telah memastikan sektor gas menjadi penopang energi transisi, pada saat Indonesia aktif mengembangkan energi baru terbarukan. Dengan pencanangan ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara berani mencanangkan peningkatan Produksi pada tahun 2030.

BACA LAINNYA  Rekomendasi 7 Jam Tangan Wanita Radatime Harga Dibawah Rp 1 Jutaan

“Kita memiliki potensi, karena Indonesia memiliki 128 cekungan hidrokarbon dan saat ini yang berproduksi baru 20 cekungan, sehingga potensinya masih cukup besar,” kata Dwi optimis.

Selain meningkatkan produksi, target multiplier effect menjadi target yang ingin dicapai. Hal ini telah menjadi komitmen pemerintah. Oleh karena itu beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi telah menetapkan Proyek Abadi Masela ada di darat atau Onshore, bukan di laut atau Offshore.

“Penetapan lokasi Onshore ini dilakukan agar dapat memaksimalkan multiplier effect, antara lain penyerapan tenaga kerja, “ kata Dwi.

BACA LAINNYA  Mobilnya Hilang Tapi Denda Terus Berjalan, Kok Bisa, Simak Nih

Dwi Soetjipto menambahkan dalam MoU ini, SKK Migas memerintahkan Kontraktor KKS dan perusahaan menunjang migas untuk ikut mendukung kerjasama dengan Solo Technopark, antara lain Petrotekno dan Starborn yang akan ikut langsung terlibat dalam pembangunan SDM. Kerjasama dengan Petrotekno juga pernah dilakukan untuk peningkatan SDM Papua di sekitar proyek Tangguh.

Mengingat ilmu hulu migas sangat komplek, maka Dwi Soetjipto berharap adanya Corner, baik itu Migas corner atau oil and gas corner yang bisa dijadikan sebagai lokasi pembinaan sumberdaya manusia dan bisa dikembangkan dimasa yang akan datang. (*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hulu Migas Setor Rp 136,8 Triliun Penerimaan Negara

19 Oktober 2021 - 19:53 WIB

Mobilnya Hilang Tapi Denda Terus Berjalan, Kok Bisa, Simak Nih

15 Oktober 2021 - 14:30 WIB

Perkuat Satgas BINTER TNI AD, SKK Migas – SKK Sumbagsel Serahkan Kendaraan Operasional

9 Oktober 2021 - 15:20 WIB

KK Migas – KKKS SRMD Serahkan Bansos Untuk Masyarakat Sarolangun

8 Oktober 2021 - 19:53 WIB

Capai Produksi 500 Juta Barel Minyak,WK Cepu Berikan Rp 249 Triliun Penerimaan Negara

8 Oktober 2021 - 10:20 WIB

Cadangan Migas September 2021 Bertambah 521 MMBOE

6 Oktober 2021 - 10:32 WIB

Trending di Bisnis