Kapolda Jambi Hadiri Pemakaman Praka Anumerta Tuppal Halomoan Barasa Diduga Oknum TNI Bekingi Perusahaan, Brigjen Junior Tumilaar Marah Besar: Jalan Takut Kita Lawan Centul City Dapat Untung Besar, Pedagang Sebut NasDem Membawa Berkah Fasha Instruksikan Kader Nasdem Batanghari Dukung Pemerintahan Fadhil – Bakhtiar Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa

Home / Pencerahan/ Hikmah

Kamis, 2 September 2021 - 19:18 WIB

TEGAS! Begini Komentar Ustaz Abdul Somad Soal Penistaan Agama dan Desakan Tangkap Dirinya

Kabarjambikito.com – Ustaz Abdul Somad atau UAS angkat suara soal tudingan penistaan agama dan disakan polisi untuk menangkap dirinya. Pasca Muhammad Keca dan Ustaz Yahya Waloni ditangkap, nama UAS kerap dikaitkan dengan dugaan penistaan agama.

Bahkan sejumlah pihak meminta agar UAS ditangkap, mereka juga mendesak UAS diproses hukum.

Menanggapi komentar sumbang terhadapnya, UAS beri tanggapan karena kegiatan ceramah keagamaannya kini diseret ke kasus hukum.

BACA LAINNYA  Polda Jambi Tindak Tegas Oknum Polisi Yang Langar Etik

“Saya menjelaskan tentang akidah agama saya, di tengah komunitas umat Islam di dalam rumah ibadah agama saya,” kata UAS dalam keterangannya seperti dikutip dari Hops (jaringan Hops) Kamis (2/9/2021).

“Kalau ada yang tersinggung dengan penjelasan saya apakah saya harus meminta maaf,” lanjutnya.

Kemudian, mantan dosen UIN Suska Riau itu lalu mencontohkan ceramah yang dimaksud hanya ditujukan untuk umat Islam dalam mempertajam akidah.

“Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga,” kata UAS.

BACA LAINNYA  Fadhil Arief Sebut Susun Tata Ruang Bisa Permudakan Tingkatkan Ekonomi

“Saya jelaskan itu di tengah umat Islam,” imbuh pria 44 tahun itu.

Ustaz Abdul Somad kemudian mempertanyakan, apakah dengan memberikan ceramah ke kalangan umat Islam seperti itu dirinya harus melontarkan permintaan maaf.

“Otomatis orang yang mendengarkan itu tersinggung apa tidak? Apakah saya harus minta maaf? Terjawab sudah, karena itu ajaran saya,” ujar UAS.

BACA LAINNYA  Refliksi Sumpah Pemuda Dalam Mendorong Generasi Muslim Berkualitas

“Kalau saya minta maaf, ayat itu harus dibuang. Na’udzubillah,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa tak mungkin pihaknya dapat mengendalikan sampai mana ceramah itu akan menyebar.

Sebab dalam kegiatan ceramahnya, ia pun tak mungkin meminta para jemaah untuk mematikan handphone atau melarang jemaah untuk merekam isi ceramahnya.

“Tak mungkin saya buat perjanjian dulu. Payah sekali sekali kalau ceramah sekarang kalau harus begitu,” imbuhnya.

Sumber: www.hops.id

Share :

Baca Juga

Pencerahan/ Hikmah

Ganjaran Istri yang tak Membangkang pada Suami

Kabar Terbaru

Tingkatkan Kewaspadaan, Umat Islam Diminta Jaga Ulama

Pencerahan/ Hikmah

Saat Maksiat Berdampak pada Sulitnya Syahadat di Ujung Ajal

Pencerahan/ Hikmah

Mozaik Sejarah dalam Alquran

Pencerahan/ Hikmah

Sudah Tobat, Mantan Penganut Aliran Sesat Dapat Rumah

Pencerahan/ Hikmah

Orang yang Memperoleh Syafaat Khusus di Hari Kiamat

Pencerahan/ Hikmah

Muslimah Rajin Shalat Tapi tidak Menutup Aurat, Bagaimana Menurut Islam?

Nasional

Muktamar NU ke-34 Akan Digelar 23-25 Desember 2021