LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Hukrim

Jumat, 21 Mei 2021 - 18:03 WIB

Terbukti Bersalah, Syamsu Rizal Dituntut 3 Tahun 4 Bulan Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Kabarjambikito.com – Sidang lanjutan kasus perusakan hutan di Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dengan terdakwa Syamsu Rizal, Wakil Ketua DPRD Tebo kembali digelar.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini, dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tebo, Jumat, 21 Mei 2021.

Pantauan media ini, sidang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Armansyah Siregar dan dihadiri langsung oleh terdakwa Syamsu Rizal beserta kuasa hukumnya.

Pada perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoyok Adi Saputra menyampaikan jika terdakwa bersalah. Atas kesalahan itu, dia menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun ditambah 4 bulan penjara, dan denda Rp 1 miliar. Jika terdakwa menolak membayar denda, maka digantikan hukuman 1 tahun penjara.

“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa dengan pidana penjara yang telah disebutkan secara lengkap dalam amar tuntutan,” kata JPU, Yoyok Adi Saputra, saat membacakan tuntutannya.

Baca Juga   2021 Belum Bisa Berangkat Haji, Calon Jamaah Bisa Ambil Uang Pelunasan

Usai sidang, Yoyok berkata, latar belakang JPU melakukan tuntutan karena semangat program pemerintah untuk memberantas tindak pidana perusakan hutan.

“Kita tahu Kabupaten Tebo banyak memiliki kawasan hutan, tetapi hanya menghasilkan tujuh persen dari luasan yang ada. Sehingga untuk perkara ini kita tangani serius apalagi terdakwa adalah wakil rakyat yakni Wakil Ketua DPRD Tebo yang aktif,” kata Yoyok.

Seharusnya lanjut Yoyok, terdakwa memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak melakukan perusakan hutan (penebangan pohon).

“Kita tahu dari hasil persidangan dan pengakuan terdakwa sendiri bahwa terdakwa memiliki kebun di daerah kawasan hutan. Di mana alasan terdakwa untuk mengelola kawasan tersebut menjadi kebun karena di sekitar dia terdapat kebun-kebun yang sudah ada. Seharusnya sebagai anggota dewan, terdakwa bukannya ikut-ikutan tapi mencegahnya bukan menambah-nambahi,” kata Yoyok lagi.

Baca Juga   Diduga Setubuhi Anak Bawa Umur, Pemuda Asal Jangkat Diciduk Polisi

Dari hasil sidang sendiri, Yoyok bilang, jika tujuan terdakwa mengelola kebun tersebut untuk menambah penghasilan dan kesejahteraannya. Dan itu diakui sendiri oleh terdakwa.

“Jadi terdakwa terbukti melanggar Pasal 82 Ayat 1 huruf b junto Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Kerusakan Hutan, junto pasal 55 ayat satu kedua KUHP,” katanya.

Terkait tuntutan JPU tersebut, Syamsu Rizal berkata, sebagai warga negara yang baik dia menghargai dan menghormati keputusan JPU karena itu menjadi tugas dan kewenangan JPU dalam persidangan.

Melalui penasihat hukum, Syamsu Rizal akan mengajukan pledoi untuk menjawab fakta yang sebenarnya serta menegaskan atau melawan tuntutan JPU tersebut. Sebagaimana fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Baca selengkapnya di (https://detail.id/2021/05/kasus-perusakan-hutan-syamsu-rizal-dituntut-3-tahun-4-bulan-penjara-dan-denda-rp-1-miliar/)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Sadis! Gara- gara Game Online, Hafiz Quran Dibunuh Teman Sendiri

Hukrim

Genjot Anak Kandung, Keluarga Minta Eks Anggota DPRD Dikebiri

Hukrim

Bawaslu Tanjab Timur Segera Panggil Cek Endra, Terkait Laporan Kampanye di Luar Jadwal

Hukrim

Kasus Proyek Tiang Listrik di Sarolangun Dinyatakan Lengkap P-21

Hukrim

Dilimpahkan ke Polres, Kasus Penggelembungan Suara CE-Ratu di Sungai Penuh

Hukrim

Warga Rambutan Masam Diduga Dibegal, Korban: Kami Sempat Lihat Sajam Dalam Jok

Hukrim

Diduga Selewengkan DD, Oknum Kades di Kerinci di Tahan Jaksa

Hukrim

Update Kasus Penggelembungan Suara CE-Ratu di Sungai Penuh, Polres : Masih di Bawaslu