Menu

Mode Gelap
Irwasum Komjen Pol Agung Maryono Gowes ke Candi Muaro Jambi Atlet Jambi Raih 14 Medali di Sea Games Vietnam Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian, Kapolres Hasan Bilang Gini Bersama Al Haris, Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Irwarsum Komjen Pol Agung Budi Maryoto Awas!! Plafont Gedung Dinas Pendidikan di Batanghari Banyak Yang Ambruk

Kabar Daerah · 16 Okt 2021 06:18 WIB

Terkait Oknum Polisi Banting Mahasiswa, Ini Pesan Kapolda Jambi Kepada Anggotanya


 Foto Istimewa Perbesar

Foto Istimewa

Kabarjambikito.com – Oknum polisi yang membanting mahasiswa pada saat pengamanan aksi unjuk di Tangerang menjadi sorotan publik. Terkait hal tersebut Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo sangat prihatin terhadap mahasiswa yang dibanting oleh anggota polisi . Dia berpesan kepada anggotanya selalu menghargai hak asasi manusia.

Hal itu disampaikan Irjen Pol, A Rachmad Wibowo dihadapan 150 personel anggota brimob Polda Jambi yang akan berangkat ke Poso, Sulawesi Tengah.

“Kita melihat beberapa hari ini viral di media sosial, seorang petugas reserse berbaju kapital melakukan tindakan yang berlebihan yang tidak layak dan itu terjadi di Tangerang saat mengamankan unjuk rasa,” ujar Rachmat, Jumat 15 Oktober 2021.

BACA LAINNYA  Bupati Anwar Sadat Serahkan Hadiah Pemenang MTQ Tingkat Provinsi Ke 50, Berikut Daftar Pemenang

Rachmad juga berpesan dalam menjalankan tugas, semua anggota kepolisian jangan mengedepankan ego hingga mengambil tindakan sendiri tanpa diperintah.

“Saudara-saudara, selalu menghargai hak asasi manusia, saudara-saudara sekali lagi, bagaimana cara melumpuhkan orang-orang berpotensi mengganggu keamanan dengan menggunakan tahap-tahap penggunaan kekuatan,” kata dia.

Dikutip dari Viva.co.id, Rachmad mengatakan, setiap personel harus memahami peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009, tentang tahapan penggunaan kekuatan dan saat dalam pengamanan unjuk rasa.

BACA LAINNYA  Dapat Untung Besar, Pedagang Sebut NasDem Membawa Berkah

“Kehadiran personel dengan atribut lengkap dari Polri, menjadi tahap awal dalam melakukan pengamanan dan dapat meredam hal yang berpotensi memunculkan keributan,” terangnya

Sementara itu, ketika kekuatan masih belum mampu meredakan kejadian anarkis dan gelagat orang yang diperingatkan tidak tunduk dengan kata-kata, maka penindakan pertama wajib menggunakan dengan tangan kosong.

“Pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Tangerang memang menggunakan tangan kosong, tetapi itu berlebihan,” katanya.

BACA LAINNYA  Al Haris Instruksi Seluruh Bupati/ Walikota Segera Penuhi Target Vaksinasi

Polisi Minta Maaf

Oknum polisi berinisial NP dengan pangkat Brigadir yang melakukan aksi kekerasan dengan membanting seorang mahasiswa mengaku hanya refleks.

NP juga menyebutkan bila ia menyesali perbuatannya terhadap mahasiswa berisnial MFA (20), saat demo di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Di depan korban dan orang tuanya, ia pun meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi siang saat mengamankan aksi demo mahasiswa.

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pasca Idul Fitri, Kapolda Jambi Pimpin Apel Pagi

9 Mei 2022 - 11:15 WIB

Pengacara Muda Ini Minta HS, HPH dan OH Selesaikan Konflik Agar Tidak Terjadi Gesekan Dibawah

27 April 2022 - 18:07 WIB

Gelar Nuzulul Qur’an, DPW PPP Jambi Ajak Anak Muda Wariskan Kepemimpinan Masa Mendatang

19 April 2022 - 04:46 WIB

Jadwal Buka Puasa Hari Ini

16 April 2022 - 18:07 WIB

Ratusan Warga Tuntut Hak Mereka Atas Lahan Yang Diberikan Jokowi

10 April 2022 - 16:37 WIB

Jokowi Bagikan Bantuan Kepada Warga, Iriana Setia Memayungi

7 April 2022 - 20:06 WIB

Trending di Provinsi Jambi