Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Kabar Daerah · 16 Okt 2021 06:18 WIB

Terkait Oknum Polisi Banting Mahasiswa, Ini Pesan Kapolda Jambi Kepada Anggotanya


 Foto Istimewa Perbesar

Foto Istimewa

Kabarjambikito.com – Oknum polisi yang membanting mahasiswa pada saat pengamanan aksi unjuk di Tangerang menjadi sorotan publik. Terkait hal tersebut Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo sangat prihatin terhadap mahasiswa yang dibanting oleh anggota polisi . Dia berpesan kepada anggotanya selalu menghargai hak asasi manusia.

Hal itu disampaikan Irjen Pol, A Rachmad Wibowo dihadapan 150 personel anggota brimob Polda Jambi yang akan berangkat ke Poso, Sulawesi Tengah.

“Kita melihat beberapa hari ini viral di media sosial, seorang petugas reserse berbaju kapital melakukan tindakan yang berlebihan yang tidak layak dan itu terjadi di Tangerang saat mengamankan unjuk rasa,” ujar Rachmat, Jumat 15 Oktober 2021.

BACA LAINNYA  Akankah Penghina Warga Jambi di Proses Hukum ?

Rachmad juga berpesan dalam menjalankan tugas, semua anggota kepolisian jangan mengedepankan ego hingga mengambil tindakan sendiri tanpa diperintah.

“Saudara-saudara, selalu menghargai hak asasi manusia, saudara-saudara sekali lagi, bagaimana cara melumpuhkan orang-orang berpotensi mengganggu keamanan dengan menggunakan tahap-tahap penggunaan kekuatan,” kata dia.

Dikutip dari Viva.co.id, Rachmad mengatakan, setiap personel harus memahami peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009, tentang tahapan penggunaan kekuatan dan saat dalam pengamanan unjuk rasa.

BACA LAINNYA  Usai Minum Obat Kuat, Warga Merangin Meninggal Dunia

“Kehadiran personel dengan atribut lengkap dari Polri, menjadi tahap awal dalam melakukan pengamanan dan dapat meredam hal yang berpotensi memunculkan keributan,” terangnya

Sementara itu, ketika kekuatan masih belum mampu meredakan kejadian anarkis dan gelagat orang yang diperingatkan tidak tunduk dengan kata-kata, maka penindakan pertama wajib menggunakan dengan tangan kosong.

“Pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Tangerang memang menggunakan tangan kosong, tetapi itu berlebihan,” katanya.

BACA LAINNYA  Atap Pondok Warga Rusak Akibat Angin Baling Helikopter, Kepala BPBD Jambi Bilang Gini

Polisi Minta Maaf

Oknum polisi berinisial NP dengan pangkat Brigadir yang melakukan aksi kekerasan dengan membanting seorang mahasiswa mengaku hanya refleks.

NP juga menyebutkan bila ia menyesali perbuatannya terhadap mahasiswa berisnial MFA (20), saat demo di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Di depan korban dan orang tuanya, ia pun meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi siang saat mengamankan aksi demo mahasiswa.

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari

4 Desember 2021 - 23:02 WIB

Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025

4 Desember 2021 - 21:37 WIB

Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka

4 Desember 2021 - 17:52 WIB

Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi

4 Desember 2021 - 10:52 WIB

Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

4 Desember 2021 - 08:07 WIB

Pasca Kaburnya Tahanan, Anggota Polres Batanghari Masih Diperiksa Bid Propam

3 Desember 2021 - 08:01 WIB

Trending di Kabar Daerah