Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Kabar Daerah · 7 Okt 2021 11:35 WIB

Tim Terpadu Pemerintah Kota Jambi Melakukan Penertiban Perumahan Guru Dikawasan Mayang


 Tim gabungan Pemerintah Kota Jambi melakukan eksekusi perumahan guru dikawasan Mayang, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi Perbesar

Tim gabungan Pemerintah Kota Jambi melakukan eksekusi perumahan guru dikawasan Mayang, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi

Kabarjambikito.com-Tim gabungan Pemerintah Kota Jambi melakukan eksekusi perumahan guru dikawasan Mayang, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis pagi (7/10/2021) yang terdiri dari Bidang Aset, Dinas Pendidikan, Satpol PP dan petugas kebersihan

Assisten II Bidang Administrasi Umum Kota Jambi HA Ridwan yang memimpin kegiatan penertiban perumahan guru itu menyebutkan langkah itu menindak lanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait status dan pengelolaan asset milik daerah.

Disebutkan jumlah rumah yang menjadi target penertiban sebanyak 24 unit atau titik lokasi di beberapa kompleks perumahan guru di kota itu.

BACA LAINNYA  Mozaik Sejarah dalam Alquran

Kegiatan tim terpadu itu melibatkan sejumlah OPD di Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat.

“Tahap pertama, hari ini yang kita lakukan penertiban atau eksekusi sebanyak dua titik, di Perumahan Guru Mayang, Kenali Besar dan Pattimura,” kata Ridwan.

BACA LAINNYA  Tokoh Katolik Gereja Gregorius Agung Sambut Hangat Kedatangan Wawako Maulana

Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak tiga bulan lalu terkait penertiban perumahan itu kepada para penghuninya yakni 49 rumah di Kelurahan Mayang dan 60 rumah di kenali besar, .

“Memang banyak rumah yang kondisinya tidak layak huni, penempatannya bukan orang yang sesuai untuk mendiaminya. Termasuk juga bangunan yang sudah berubah fungsi akan ditertibkan,” kata Ridwan.

Mustafa Kamal, salah seorang suami pensiunan yang juga terkena eksekusi mengaku dia dan keluarganya sudah tinggal di rumah itu sejak tahun 1985 mengaku pasrah.

BACA LAINNYA  Oknum Perangkat Desa Jarang Ngantor, Warga: Anda Digaji Uang Rakyat Bos

“Mau bagaimana mana lagi, apa boleh buat, sekarang kami hanya diberi jangka waktu 2 minggu hingga sebulan untuk mengosongkan rumah dan sudah buat surat pernyataannya,” kata Mustafa.

Assisten II Bidang Administrasi Umum Kota Jambi Ridwan menyebutkan, setelah dikosongkan rumah-rumah itu nantinya akan digunakan oleh tenaga pendidik baru.

“Nantinya untuk tenaga pendidik baru, tidak akan ada pungutan. Ada perjanjian penyataan mereka tidak memungut dan memindah tangan kan,” kata Ridwan menambahkan.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari

15 Oktober 2021 - 16:50 WIB

Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa

15 Oktober 2021 - 16:01 WIB

Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:59 WIB

Pemaparan Visi dan Misi Cakades, Warga: Program Nomor Urut 1 Banyak Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:46 WIB

Sumur Minyak Illegal di Batanghari Dipaparkan Depan Menteri ESDM RI

15 Oktober 2021 - 14:39 WIB

Lagi… Siswa SMP Jadi Korban Lakalantas di Rantau Puri

15 Oktober 2021 - 13:43 WIB

Trending di Batanghari