Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Kabar Daerah · 10 Des 2021 20:32 WIB

Unjuk Rasa Soal IUP Dan Titik Koordinat, PT MFR Angkat Bicara


 Ilustrasi batubara Perbesar

Ilustrasi batubara

Kabarjambikito.com — Kemelut administrasi atau permasalahan lain dari perusahaan tambang batubara di Provinsi Jambi seakan tak ada habis-habisnya.

Muncul dugaan yang menyatakan bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan Operasi seluas 3.075 Ha yang berada di Kabupaten Muaro Jambi milik PT. Mutiara Fortuna Raya di duga cacat hukum oleh sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Pemantau Anggaran Negara (MAPPAN) yang melakukan orasi di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan Mabes Polri pada Jumat, (03/12/2021) lalu serta Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu.

Betapa tidak menurut kaca mata Hadi Prabowo Aktivis LSM MAPPAN, perizinan perusahaan tambang batubara tersebut tidak melalui tahap verifikasi dan validasi yang aktual dan titik koordinat yang tidak sesuai.

Pasalnya dalam SK Bupati Nomor 152 tahun 2010 tentang Persetujuan Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi batu bara PT Mutiara Fortuna Raya hanya memiliki masa selama 4 tahun untuk melakukan aktivitas pertambangan. Namun aktivitas tersebut baru dilakukan pada tahun 2019.

BACA LAINNYA  Sani: Membangunan Mental Ummat Sangat Penting Sekali

“Selama kurang lebih 9 (sembilan) tahun pasca izin diterbitkan tidak ada aktivitas di lokasi tambang, dan kami menduga bahwa titik koordinat aktivitas saat ini tidak sesuai dengan izin yang dimiliki”, tegas Hadi Prabowo

Dugaan tersebut direspon hangat dan manis oleh pihak PT. Mutiara Fortuna Raya (MFR), salah satu petinggi di PT pertambangan mutiara hitam tersebut yang enggan disebutkan namanya saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menyebut sah-sah saja jika para aktivis ingin mengeluarkan aspirasinya.

PT Mutiara Fortuna Raya menyebut pihaknya telah bekerja sesuai aturan dan regulasi yang berlaku pada titik kordinat dan posisi yang telah di tentukan sesuai peta.

BACA LAINNYA  Agar Tepat Sasaran, Penerima PKH di Rengas IX di Verifikasi dan Validasi Kembali

Dengan kata lain jika ada pemeriksaan terhadap PT tersebut pihaknya sangat welcome dan akan koperatif terhadap instansi terkait.

“Izin PT MFR bukan ekplorasi tapi Operasi Produksi dan silahkan cek ke ESDM pusat berkenaan dengan Izin kami, kita bekerja pada koordinat dan posisi yang benar,
Dari awal sampai saat ini kita selalu mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku”. Terangnya.

Di sisi lain jika dugaan tersebut tidak terbukti benar pihaknya tidak segan-segan akan bertindak tegas secara hukum yang berlaku.

“laporan dugaan ini sudah beberapa kali di isukan dan beberapa kali pula sudah dijelaskan oleh team ESDM bahkan sampai kami mengundang beberapa instansi pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan ESDM sendiri agar dapat memberikan keterangan secara komprehensif sesuai aturan dan undang-undang yg berlaku, secara prinsip silahkan menduga tapi lakukan pengecekan secara berimbang agar tidak salah jalan, tentunya apabila tidak terbukti tuduhan tersebut maka kita tidak akan segan akan membuat laporan pencemaran nama baik” Singkatnya belum lama ini.

BACA LAINNYA  Geopark Merangin Menuju Situs Warisan Dunia

Diketahui dalam peta perizinan tambang batubara PT Mutiara Fortuna Raya berada di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

lebih lanjut di jelaskannya bahwa inspektur tambang (IT) esdm pusat dan dinas lingkungan hidup dari kabupaten muaro jambi sudah pernah meninjau lokasi tambang belum lama.

” Sudah pernah dalam waktu dekat kemarin dan tidak ada pelanggaran illegal mining penambangan di luar koordinat seperti yang di tuduhkan ” Pungkasnya. (Ade)

Artikel ini telah dibaca 375 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media

28 Juni 2022 - 20:14 WIB

Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media

28 Juni 2022 - 20:14 WIB

Al Haris Berkomitmen Bangun SDM Dibidang Kesehatan

23 Juni 2022 - 21:22 WIB

Hadi Prabowo Sebutkan Data Baru Dugaan Korupsi Anak Perusahaan PTPN 6

22 Juni 2022 - 14:28 WIB

Awal Juli, DAAL Pentaskan Karya Eksperimentasi Berbasis Tradisi di Jambi

19 Juni 2022 - 00:12 WIB

Google-FJPI Adakan Workshop, “Optimizing Google Tools for Journalist”

18 Juni 2022 - 19:15 WIB

Trending di Provinsi Jambi