Menu

Mode Gelap
Badan Intelijen Negara Door Tu Door di Jambi, Ada Apa ? Selain Dipecat, Oknum Kapolsek Yang Berbuat Mesum Juga Bakal di Pidana Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi

Opini · 28 Sep 2021 12:49 WIB

UPM Bersuara Menyikapi Dinamika Demokrasi Universitas Pinang Masak


 UPM Bersuara Menyikapi Dinamika Demokrasi Universitas Pinang Masak Perbesar

UPM Bersuara Menyikapi Dinamika Demokrasi Universitas Pinang Masak

PEMABERDIKARI (Persatuan Mahasiswa Berdiri di Kaki Sendiri) beserta seluruh mahasiswa pondok meja Turut bersuara mengenai konflik yang sedang terjadi di ranah demokrasi Universitas Jambi.

Hal ini merupakan akibat dari disahkannya 3 Undang Undang secara sepihak oleh pihak Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) Universitas Jambi yaitu UUD Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Jambi. Undang-Undang Susunan Kedudukan (Susduk) Lembaga Universitas Jambi, dan Undang-Undang Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Jambi.

Dimana ketiga undang-undang tersebut dianggap cacat hukum karena memang disahkan oleh sebelah pihak saja dan tidak melibatkan seluruh fraksi dan seluruh elemen KBM Universitas Jambi.

Oleh sebab itu, beberapa mahasiswa dari UNJA Pondok Meja juga turut bersuara dan memberikan respon yang sedikit tajam dengan konflik yang sedang terjadi tersebut.

Salah satunya, Deni Syahputra Selaku Ketua Umum PEMABERDIKARI “Kita sebagai mahasiswa seharusnya lebih fokus terhadap persatuan dan menyelaraskan gerakan untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19 agar perkuliahan tatap muka segera dilakukan,”

BACA LAINNYA  TVRI Tak Ikut Tayangkan Film G30S PKI, Jejak Digital Dirut Iman Brotoseno Dibongkar

Tetapi hal tersebut, lanjut Deni, tidak menjadi alasan untuk MAM UNJA bertindak sesuka hatinya. Sehingga menyebabkan kekacauan ditengah-tengah KBM UNJA. Terlebih kepada kondisi politik UNJA saat ini yang memang sangat memprihatinkan jika dilihat dari berbagai lapisan struktural yang ada.

“Yang pastinya sudah banyak didengar keluh kesah mahasiswa Universitas Jambi terkhusus Unja Pondok Meja pada kepengurusan BEM KBM Universitas Jambi periode ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebenarnya apa yang telah dilakukan MAM universitas jambi merupakan inisiatif yang didasari dengan situasi dan kondisi yang ada, apalagi diujung masa kepengurusan BEM sekarang. Wajar saja, ibarat ingin mematahkan gigi yang sudah goyang agar tidak tumbuh gigi baru ditempat yang sama tetapi regulasi dan caranya terkesan tidak benar.

Sejalan dengan hal itu, Ketua Umum HIMATEHTA UNJA, Daniel Tua Purba mengatakan, sbelumnya sudah sangat baik itikat dari MAM unja untuk mengesahkan 3 undang-undang yang sedang dipermasalahkan, tapi sangat disayangkan undang-undang tersebut dianggap cacat karena tidak melibatkan seluruh fraksi dan seluruh elemen KBM Universitas Jambi.

BACA LAINNYA  Polda Jambi Berikan Bantuan Kredit, Apa Benar?

Sehingga, lanjutnya, hal ini menimbulkan konflik di lingkungan mahasiswa unja dan akhirnya diadakan forum oleh BP2KM untuk membahas kondisi demokrasi di universitas jambi tersebut dan tanpa melibatkan seluruh elemen KBM UNJA terutama di UNJA Pondok Meja. Ia berharap mereka mahasiswa yang telah mengambil kursi dapat menyelesaikan konflik yang sedang terjadi saat ini.

“Saya merasa bingung dengan keadaan ini. Ketika terjadi permasalahan yang serius pada internal KBM Universitas Jambi mengenai 3 undang-undang yang telah disahkan oleh majelis aspirasi mahasiswa (MAM). Terlebih dengan masa jabatan BEM sudah melebihi masa yang telah ditetapkan yang tertera pada UU SUSDUK. Namun, saya sangat menyayangkan perilaku BEM KBM UNJA yang terlihat bodo amat dan lebih sibuk mengurusi urusan eksternal kampus,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia, BEM KBM UNJA lebih memprioritaskan urusan internal terlebih dahulu dari pada urusan eksternal. Untuk apa bersuara lantang diluar rumah, yang pada nyatanya rumah sendiri tidak terurus dengan baik.

BACA LAINNYA  Besok Pilkades, Camat Marsebo Ulu Minta Berjalan Dengan Lancar dan Aman

Ia juga menuturkan, selaku mahasiswa UNJA Pondok Meja, cukup kecewa dengan keadaan Mahasiswa di UNJA, karena BEM dan MAM yang seharusnya mampu bertanggung jawab atas kebijakan arah gerakan mahasiswa dan menampung aspirasi mahasiswa Universitas jambi serta, bertanggung jawab atas amanah yang telah diembannya.

Padahal ketika kampanye di kampus mereka mengatakan siap berjuang dan menyuarakan aspirasi mahasiswa adalah tanggung jawab kami. Namun, ternyata ia melihat itu hanya omongan belaka, yang hanya keluar saat menginginkan suara kami mahasiswa.

“Semoga untuk kepengurusan BEM dan MAM periode berikutnya, terpilih pemimpin yang bertanggung jawab, adil, tidak mementingkan golongan dan pastinya memiliki niatan baik untuk kemajuan Universitas Jambi terutama dengan memperhatikan kami mahasiswa yang tidak berada dikampus utama (mendalo), contohnya Kampus UNJA Pondok Meja,” tutup Darmansyah selaku aktivis mahasiswa UNJA Pondok Meja.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wagub Abdullah Sani: Hari Santri Mengenang Kembali Sejarah Perjuangan

22 Oktober 2021 - 21:08 WIB

Razia Gudang Minyak di Jambi, Ini Komentar Warga

22 Oktober 2021 - 10:50 WIB

Wagub Abdullah Sani Minta Tingkatkan Tata Kelola Zakat

22 Oktober 2021 - 09:34 WIB

Gubernur Jambi Sebut, 2022 Program Dumisake Diterapkan

18 Oktober 2021 - 21:25 WIB

Coffee Morning Bersama Advokat, Al Haris: Kalau Kurang Pas di Masyarakat Tolong di Ingatkan

17 Oktober 2021 - 15:04 WIB

Menuju PWN di Batanghari, Kominfo Provinsi Jambi Rapat Bersama Kominfo Kabupaten/ Kota

16 Oktober 2021 - 14:11 WIB

Trending di Kabar Daerah