Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Peristiwa · 8 Sep 2021 21:50 WIB

Viral Emak-emak Mencuri Susu Asal Malang, Begini Cerita Pengurus RT


 Dua emak-emak mencuri susu dan minyak kayu putih di Blitar. [Foto: tangkapan layar Instagram] Perbesar

Dua emak-emak mencuri susu dan minyak kayu putih di Blitar. [Foto: tangkapan layar Instagram]

NASIONAL – Dua ibu-ibu asal Kota Malang, inisial M (55) dan Y (29) jadi perbincangan publik lantaran ditangkap polisi akibat mencuri susu di Blitar, Jawa Timur. Bahkan perkara emak-emak pencuri susu itu membuat Hotman Paris turun tangan.

Kekinian, polisi dalam hal ini Polres Blitar telah membebaskan keduanya usai menggelar mediasi dengan pelapor atau korban pencurian tersebut.

SuaraMalang.id mendapat informasi bahwa M dan Y berdomisili di RT 14 RW 08 ,Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Namun saat dicek ternyata keduanya sudah tidak bermukim di alamat tersebut, sejak 3 bulan lalu.

“Kalau M itu kayaknya pindah di daerah Ki Ageng Gribig dan itu sudah lama. Kalau Y itu tinggal di Pendem Kota Batu sekarang gak tinggal di sini soalnya biaya kontrakan yang mahal. Tapi KTP-nya masih di sini belum diganti,” kata Bendahara RT 14, Luckyanto (40) ditemui Suara.com, Rabu (8/9/2021) malam.

Lucky menjelaskan, M dan Y masih saudara dan tinggal cukup lama di kawasan RT 14. Bahkan, menurutnya, Y sejak kecil sudah tinggal di kawasan setempat dan M sempat jadi ketua RT.

BACA LAINNYA  Kapolda Jambi Tinjau Warga Terdampak Banjir, Sekaligus Beri Bantuan Sembako

“Dulu punya rumah di sini. Terus dijual dan akhirnya ngontrak. Terus akhirnya pindah dan ngontrak lagi di rumah yang dekat rumah saya itu,” tutur dia.

Dijelaskannya, bahwa Y sosok pribadi yang dikenal baik.

“Marsini kan sudah pindah sejak lama. Saya gak tahu. Kalau Y ini ke warga ya baik mas. Dia kalau ada acara tandang gawene (kerjanya) nomor satu. Nyapu dan lain-lain dia langsung aksi,” kata dia.

Kesehariannya, lanjut Lucky, Y bekerja sebagai pencari barang bekas. Selain itu kadang Y juga mengaku sebagai ojek untuk mengantar M.

“Kadang itu dia kalau pagi-pagi izinnya mau ngojek gitu nganter budenya (M). Tapi ya gak tau kemana pokoknya pagi-pagi gitu,” kata dia.

Selama hidup di RT 14, Y pun dianggap perempuan pekerja keras. Dia sudah dua kali menikah dan mempunyai anak tiga. Sehari-hari pun dia harus menghidupi tiga anaknya yang masih kecil-kecil dan satu adik angkatnya

BACA LAINNYA  Api Berkobar di Halaman SD 58 Rambutan Masam

“Ya dia itu ya mas kalau kerja tak anggap mantap. Soale dia ini meskipun sudah bersuami baru. Suaminya ya jarang ke sini. Wong suaminya ya orang gak punya dia orang Pendem. Jadi perempuan ini harus menghidupi anaknya tiga, masih SD, terus TK dan masih umur satu tahun sama adik angkatnya,” kata dia.

Jadi tidak mengagetkan, Lucky melanjutkan, Y berangkat pagi dan malamnya membawa banyak rongsokan (barang bekas) di sepeda motornya.

“Sampai-sampai orangnya itu gak keliatan sangking banyaknya. Dia itu kelilingnya sampai Dinoyo mas Soekarno-Hatta juga. Pokoknya dia kerja keras soalnya ya beban keluarganya itu,” kata dia.

Meskipun tergolong secara ekonomi kurang mampu, Lucky menjelaskan, selama ini Y tidak mendapatkan bantuan sosial yang disalurkan ke RT atau RW setempat.

“Dia itu cuma memanfaatkan bantuan dari Griya Baca komunitas anjal begitu. Setahu saya begitu,” tutur dia.

BACA LAINNYA  Pinjam Pemkab Batanghari Bakal di Tandatangi Kontrak Bulan Mei

Saat ini tiga anak Y pun ikut suaminya di Kota Batu. “Ikut bapaknya sudah tiga bulan lalu gak di sini sudahan,” imbuhnya.

Dengan kehidupan dan keseharian Y seperti ini, Lucky dan warga sekitar pun mengaku kaget ada kabar Y dan M sampai mencuri susu di Blitar.

“Ya kaget mas. Warga sini ya kaget. Gak pernah ada kejadian pencurian selama ini. Orangnya baik,” tutup dia.

Terpisah, Lurah Kota Lama, Bambang Heryyanto mengaku belum mendapat informasi warganya yang tertangkap di Blitar.

“Gak tau mas saya baru dengar mungkin saya kroscek. Soalnya banyak warga Muharto sana itu sudah tidak tinggal di sana tapi domisili KTP-nya masih di Kota Lama. Ya banyak warga saya yang belum mengurus pergantian ini. Seperti Covid-19 katanya orang Muharto padahal tinggalnya di Lesanpuro ini yang perlu saya kroscek,” jelasnya saat dikonfirmasi tentang ibu pencuri susu yang viral itu.

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Selingkuh Dengan Istri Polisi, Oknum Polisi Berpangkat AKP Digerebek

23 Juni 2022 - 22:28 WIB

Truck Meledak, Warga Muaro Pijoan Meninggal Dunia

23 Juni 2022 - 19:01 WIB

Gegara Membuat Konten, Seorang Emak-emak Ditilang Polisi

23 Juni 2022 - 17:00 WIB

Antisipasi Curas, Curat, dan Begal Polda Jambi Lakukan Patroli

18 Juni 2022 - 09:38 WIB

Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Terbongkar

17 Juni 2022 - 18:31 WIB

Kejati Jambi di Demo Atas Kasus Dugaan Korupsi Pada Anak Perusahaan PTPN VI 

17 Juni 2022 - 11:02 WIB

Trending di Peristiwa