Menu

Mode Gelap
Al Haris: Semangat Idul Fitri Jadi Energi Baru Abdullah Sani ke Pejabat: Tugas Kita Memberikan Pelayanan Bukan Untuk Dilayani Al Haris Tegaskan, Fokus Pemberataan Pembangunan Setiap Kabupaten/ Kota Al Haris Jenguk Anak Jadi Korban Bacok Ibunya di Tebo Harga TBS dan Pupuk Tidak Sebanding, Petani Sawit Harapkan Pemerintah Bijaksana

Infrastruktur · 28 Sep 2021 18:44 WIB

Wabup Tanjabbar Hairan Stop Pekerjaan Oprit Jembatan Pargom, Ini Kata DPR RI H. Bakrie


 Wabup Hairan Tinjau embangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal ilir, Kabupaten Tanjab Barat Perbesar

Wabup Hairan Tinjau embangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal ilir, Kabupaten Tanjab Barat

Kabarjambikito.com -Proyek pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal ilir, Kabupaten Tanjab Barat dihentikan sementara oleh wakil Bupati Tanjab Barat Hairan, SH.

Dinilai tidak tinggi oprit tidak sesuai dan memberikan dampak kerugian terhadap warga di sekitar jembatan wakil Bupati Tanjab Barat, hentikan sementara pengerjaan proyek yang bersumber dari dana APBN 2021.

Menurut politisi PAN yang juga merupakan ketua PAN Provinsi ini, pemberhentian sementara dilakukan, karena Wakil Bupati, Hairan telah mendengarkan keluhan masyarakat.

“Tentu dalam pelaksanaan sebelum dikerjakan, pastinya sudah ada dilakukan pertemuan dengan warga, kalau saya tergantung dengan perjanjian semula dengan lingkungan,” katanya kepada wartawan, Senin (28/9/21) sore.

Lebih lanjut dia mengatakan, penghentian sementara pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Tanjab Barat itu menurut Bakrie sifatnya memfasilitasi. Jika pembangunan tersebut mengganggu dan merugikan masyarakat, maka akan di upayakan cara lain.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjabbar Terima Kunjungan Tim Audit BPK RI Perwakilan Jambi

“Umpamanya terlalu tinggi, maka akan direndahkan. Kalau seandainya sudah rendah dan bisa dipakai, maka tidak apa-apa rendah saja, jadi mana bagusnya. Intinya jangan sampai ada yang dirugikan,” ujar ketua PAN Provinsi Jambi ini.

Perihal pihak ketiga ataupun kontraktor yang mengerjakan jembatan, dia memastikan kontraktor itu akan mengikuti keputusan dari masyarakat.

“Karena jabatan itu juga perlu, di sisi lain masyarakat juga jangan dirugikan, karena jembatan itu dibikin untuk membantu masyarakat,” bebernya.

Pembangunan jembatan, tetap harus dikerjakan dengan memperhatikan keadaan ataupun situasi di sekitar lokasi.

“Kalau masyarakat minta untuk dihentikan pembangunan tersebut tentulah tidak mungkin,” imbuhnya.

Dia mengakui tidak akan meninjau kembali pembangunan jembatan karena sudah meninjau beberapa waktu yang lalu.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjabbar Sepakati Penandatanganan MoU Bersama Pemkab Batanghari

” Tapi nanti kalau ada waktu reses saya di Tanjab Barat, saya akan sempatkan untuk meninjau, saat ini saya serahkan semua pada kepada pihak terkait, yang jelas pekerjaan jembatan itu harus tetap jalan, selagi tidak merugikan masyarakat, ” tegasnya.

Sebelumnya, pembangunan oprit jembatan Parit Gompong dihentikan sementara oleh wakil Bupati Tanjab Barat, karena ia menilai pekerjaan proyek itu menjadi keluhan warga sekitar. Selain itu pembangunan pada bagian oprit jembatan juga berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Wabup menyebutkan, dampak dari pembangunan oprit jembatan sepanjang 100 meter dan tinggi dengan perkiraan 10 meter tersebut membuat sejumlah rumah yang berada di kawasan pembangunan tertutup oprit.

“Kita hentikan dulu pembuatan opritnya, kalau jembatannya tidak apa apa,” katanya, Senin (27/9/21) saat turun ke lokasi.

BACA LAINNYA  Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

Ia dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak melarang adanya pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hanya saja kata Wabup pihak kontraktor harus memikirkan dampak dan akibat bagi masyarakat.

“Pembangunan ini cukup berdampak dari segi ekonomi, ketinggian oprit membuat rumah dan toko yang berada di sisi jembatan tertutup, ” sebutnya.

Dia juga menuturkan, atas pembangunan proyek milyaran tersebut, sejumlah rumah masyarakat juga mengalami kemiringan.

“Kita cek tadi, rumah masyarakat ada yang sampai miring disini, dampak dari pembangunan jembatan tersebut, “ujarnya.

Terkait hal ini, pihaknya akan memanggil dan mengundang pihak balai dan juga pihak rekanan, mempertanyakan bagaimana teknis pembangunannya.

“Kita secepatnya akan panggil untuk mempertanyakan bagaimana membangun jembatan ini, meninjau dari kajian teknis dan lingkungannya,” tegas Hairan. (Sul)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tidak Penuhi Kewajiban, Warga Tutup Akses Jalan Yang Dilewati PT Integra

15 Mei 2022 - 13:53 WIB

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Lantik Pejabat Eselon II , Anwar Sadat: Sumpah Yang Saudara Ucapkan Mengandung Tanggungjawab

11 Mei 2022 - 20:36 WIB

Jalan Jendral Sudirman Depan Bekauda Batanghari Remuk Menganga, Warga Minta Diperbaiki

22 Maret 2022 - 09:51 WIB

Adakan Giat Two Days Coffee, Cara Anwar Sadat Dekat Dengan Rakyat

13 Maret 2022 - 20:25 WIB

Tinjau Pelabuhan di Desa Tenam, Kecamatan Bulian, Al Haris Minta Proses Pengerukan Sungai Dipercepat

23 Februari 2022 - 21:21 WIB

Trending di Batanghari