Menu

Mode Gelap
Sekda Sempat Bertanya Tentang Kegiatan di 2021, Fadhil Arief: Saya Yakin Hutang Lunas dan Jalan Tetap Dibangun JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Komisi IV DPRD Provinsi Cek Pembangunan Gedung SMA Negeri 12 Kota Jambi

Pemprov Jambi · 14 Mar 2022 21:09 WIB

Wagub Abdullah Sani: Pemprov Terus Berupaya Lestari Sungai Batanghari


 Wagub Abdullah Sani: Pemprov Terus Berupaya Lestari Sungai Batanghari Perbesar

Kabarjambikito.com -Wakil Gubernur Jambi, Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I., menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya melestarikan Sungai Batanghari, salah satunya dengan mengadakan event nasional. Hal tersebut disampaikan Sani pada saat Rapat Koordinasi Kenduri Swarna Bhumi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (14/03/2022).

Sani mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mencanangkan Gerakan Sungai Batanghari Bersih dan melalui event kenduri Swarnabhumi ini dapat mengembalikan dan mewariskan kekayaan alam maupun budaya dari Sungai Batanghari. “Kita berharap kegiatan kenduri Swarnabhumi menjadi upaya bersama untuk memajukan kebudayaan dan menjaga lingkungan sungai di daerah aliran Sungai Batanghari,” kata Sani.

Sani mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan kenduri Swara Bhumi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
“Saya menyambut baik kegiatan Susur Budaya Melayu Jambi kerja sama antara Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini,” ujar Sani.


“Saya menyambut baik kegiatan Susur Budaya Melayu Jambi kerja sama antara Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini,” ujar Sani.

Sani menuturkan, Provinsi Jambi memiliki kebudayaan Melayu Jambi yang beraneka ragam yaitu meliputi upacara kepercayaan tradisional, sistem kemasyarakatan/kepemimpinan, sistem gotong royong, adat perkawinan, tradisi lisan, bahasa, pakaian, corak arsitektur bangunan, peralatan dan pertukangan, permainan, seni, ragam makanan dan minuman, hukum adat, pengobatan dan berbagai kreasi lainnya.

Sembilan Pemerintah Daerah DAS Batanghari yang hadir pada rapat koordinasi ini yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat menyatakan komitmen yang ditandai dengan penandatangan secara simbolis.

Sani mengharapkan, dari kenduri Swarnabhumi ini menjadi informasi baru sekaligus penelusuran bukti-bukti sejarah budaya Melayu Jambi, melalui konsep traveling budaya dari kacamata anak muda. “Saya mengharapkan kegiatan ini menjadi upaya untuk menarik minat para generasi muda bangsa untuk lebih tertarik mengenal budaya daerah dan bangsanya serta menumbuhkan kebanggaan,” pungkas Sani.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilman Farid,Ph.D mengatakan, kenduri ini bukan hanya kegiatan, namun merupakan gerakan kebudayaan untuk mengingatkan kembali ingatan masyarakat tentang pentingnya sungai dalam kehidupan sehingga harus meletakkan kebudayaan di hulu pembangunan.

Hilman Farid memaparkan, Pemerintah Provinsi Jambi dapat melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan pada kenduri Swarnabhumi ini, diantaranya adalah seminar, lokakarya, pagelaran, pameran, dan pemanfaatan media-media baru. Kenduri Swarnabhumi ini berupa kegiatan arung budaya dengan salah satu tujuannya adalah dapat lebih menjalin kesatuan antar Kabupaten dan Kota.

“Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada kenduri Swarnabhumi dapat menyesuaikan dan bersinergi dengan kegiatan Pemerintah Daerah. Komitmen dari setiap Pemerintah Daerah terhadap daerah aliran Sungai Batanghari sangat penting untuk menyukseskan kenduri Swarnabhumi,” kata Hilman Farid.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengungkapkan, setidaknya ada 3 (tiga) pendekatan yang sangat penting dalam pengelolaan Sungai Batanghari, yaitu: pertama adalah adat, dengan munculnya kesadaran kolektif masyarakat, kedua adalah pendekatan politik, dengan adanya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, dan yang terakhir adalah pendekatan hukum, dengan adanya aturan yang mengikat untuk menjamin pengelolaan Sungai Batanghari. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi

16 Mei 2022 - 21:21 WIB

Al Haris Tegaskan, Pemrov Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

13 Mei 2022 - 20:27 WIB

Sani Harapkan Peran Strategis Para Konsultan

12 Mei 2022 - 07:20 WIB

Terima Gelar Adat Depati Tiang Negeri, Al Haris Minta Jaga dan Lestarikan Ada Budaya

12 Mei 2022 - 06:25 WIB

Al Haris Dukung Usulan Dana Bagi Hasil Antara Pusat dan Daerah

9 Mei 2022 - 15:49 WIB

Demi Anaknya Mau Ujian, Warga Jambi Rela Lewat Tol

7 Mei 2022 - 13:15 WIB

Trending di Pemprov Jambi