Menu

Mode Gelap
Badan Intelijen Negara Door Tu Door di Jambi, Ada Apa ? Selain Dipecat, Oknum Kapolsek Yang Berbuat Mesum Juga Bakal di Pidana Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi

Hukrim · 26 Sep 2021 10:32 WIB

Wanti-wanti agar Pembakar Mimbar Masjid Tak Buru-buru Dicap Gangguan Jiwa


 Konferensi pers soal kasus pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. (Hermawan/detikcom) Perbesar

Konferensi pers soal kasus pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. (Hermawan/detikcom)

NASIONAL – Kasus pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar bikin gempar masyarakat. Di tengah banyak sorotan, muncul wanti-wanti agar pembakar mimbar masjid itu tidak buru-buru disebut mengalami gangguan jiwa.
Wanti-wanti itu salah satunya datang dari Ustaz Das’ad Latif. Ia mengingatkan masyarakat tak berprasangka dalam kasus ini.

“Kita ini telah berprasangka ‘pasti dituduh mi sede gila’ (dituduh lagi gila),” ucap Ustaz Das’ad saat hadir dalam jumpa pers kasus ini di Polrestabes Makassar, Sabtu (25/9/2021).

Untuk diketahui, tanggapan ini diberikan setelah adanya pertanyaan yang diajukan wartawan terkait banyaknya anggapan yang mengatakan pelaku ‘pasti’ akan dianggap ODGJ.

BACA LAINNYA  Al Haris Ajak Mahasiswa Jambi Harus Berani Berusaha

Ustaz Das’ad pun mengatakan pihak kepolisian tentu tidak akan sembarangan mengatakan pelaku sebagai orang gila.

“Kita jangan men-judge, kita jangan mengambil keputusan sendiri tanpa menyerahkan kepada ahlinya,” kata dia.

Das’ad juga mengapresiasi masyarakat Makassar yang tak terprovokasi oleh sejumlah isu beredar sehubungan dengan insiden pembakaran Masjid Raya Makassar. Dia mengaku hormat.

“Ini menunjukkan kematangan kita dalam mengikuti ini kasus, juga penghormatan kepada pihak kepolisian dengan segala kekurangan dan kelebihannya mampu mengungkap ini. Kita harap betul-betul kasus ini diungkap secara profesional dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya,” lanjutnya.

Komentar Mahfud
Menko Polhukam Mahfud Md meminta pemeriksaan pembakaran mimbar masjid di Makassar dilakukan terbuka. Dia berharap polisi tak buru-buru menyatakan terduga pelaku gila.

BACA LAINNYA  Sah, Yongli Laporkan Ketua DPRD Bungo ke DPC, DPD dan DPP Gerindra

“Pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah,” kata Mahfud dalam video yang diterima detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Mahfud mencontohkan kasus penusukan terhadap almarhum Syekh Ali Jaber di Lampung. Mahfud mengatakan saat itu terduga pelaku disebut mengalami gangguan jiwa oleh keluarga. Namun pemerintah tak sependapat.

Ustaz Ditusuk-Mimbar Masjid Dibakar di Makassar, Ini Kata Mahfud Md
“Biarlah orang-orang yang sudah ditangkap ini diproses, dibawa ke pengadilan. Kalau ada keraguan apakah yang bersangkutan sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang memutuskan. Dibawa saja ke pengadilan, biar terungkap kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya, biar pengadilan yang memutuskan,” ucapnya.

BACA LAINNYA  Sumur Minyak Illegal di Batanghari Dipaparkan Depan Menteri ESDM RI

Pemerintah, kata Mahfud, sudah memerintahkan polisi meningkatkan pengamanan. Dia meminta rumah ibadah serta tokoh agama dijaga demi mencegah hal tak diinginkan terjadi.

“Pemerintah juga tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan, masyarakat pun tidak perlu segan untuk melaporkan jika mengalami sesuatu perundungan, ancaman atau bahkan mencurigai seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan sesuatu yang tidak baik, ingin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, laporkan segera ke aparat keamanan setempat,” ucap Mahfud.

Detik.com

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Selain Dipecat, Oknum Kapolsek Yang Berbuat Mesum Juga Bakal di Pidana

24 Oktober 2021 - 19:26 WIB

Edaran Sabu-sabu di Warungnya, Pasutri Diringkus BNNP Jambi

23 Oktober 2021 - 09:37 WIB

Tak Hanya Curas Mobil Mahasiswa, Oknum Polisi Ini Juga Positif Gunakan Narkoba

22 Oktober 2021 - 10:07 WIB

Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, Warga Kerinci Diamankan Polisi

21 Oktober 2021 - 00:54 WIB

88 Pengaduan Kasus Investasi Penipuan Ternak Lele Yang Telah Diterima Polda Jambi

20 Oktober 2021 - 17:15 WIB

Reskrimsus Polda Jambi Temukan Gudang Penyimpanan BBM Oplosan

20 Oktober 2021 - 15:03 WIB

Trending di Hukrim