Menu

Mode Gelap
Fadhil Arief Minta Pegawai Berikan Pengaruh Yang Baik Kepada Instansi Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi Persiapan Kenduri Swarnabhumi, Tim Kemendikbud Turun ke Tebo Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

Kabar Terbaru · 23 Jun 2022 07:58 WIB

Zulva: Menikah Harus Dipersiapkan Secara Matang


 Zulva: Menikah Harus Dipersiapkan Secara Matang Perbesar

Kabarjambikito.com- Studi WHO di Indonesia menyebutkan salah satu penyebab masalah stunting di Indonesia adalah maraknya pernikahan dini. Apalagi saat ini banyak pihak yang menganggap pernikahan dini sebagai hal biasa.

Pernikahan dini sendiri, menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, adalah pernikahan di bawah usia 19 tahun.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya penanggulangan maupun pencegahan pernikahan dini atau pernikahan di usia belia ini melalui Kementerian Kesehatan sebagai garda terdepan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk sosialisasi dampak pernikahan dini, termasuk stunting.

BACA LAINNYA  Setiap Hujan Deras Pemukiman Warga Banjir, Warga: Kemana Lagi Kami Mengadu

Menurut Zulva, pernikahan dini bisa berdampuk buruk, utamanya bagi kesehatan. Fakta lain yang dihadapi Indonesia, sebesar 43,5 persen kasus stunting di Indonesia terjadi pada anak berumur di bawah tiga tahun (batita) dengan usia ibu 14-15 tahun. Sementara 22,4 persen dengan rentang usia 16-17 tahun.

Hal ini disampaikan Zulva pada acara talk show Jambore Ajang Kreativitas (JAK) Genre Batanghari, di Gedung Pemuda, Muarabulian, Selasa (21/6/22).

Dikatakan istri Bupati Batanghari Fadhil Arief itu, yang sekaligus menjabat sebagai Bunda Genre ini, saat melakukan sebuah pernikahan, perempuan yang masih berusia remaja secara psikologis belumlah matang.

BACA LAINNYA  Musyawarah Ganti Rugi Tahap ll Tol Jambi - Rengat l Berjalan Lancar

Mereka bisa jadi belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar.

“Menikah itu harus dipersiapkan secara matang, menikah itu bukan hanya saja siap fisik, tapi lahir batin,” ungkap Zulva.

Zulva menuturkan, ada banyak faktor yang mendasari pernikahan dini, mulai dari adat, ekonomi, hingga kehamilan yang tak diinginkan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Ernawati bertekad dalam menuntaskan permasalahan ini.

Pihaknya di Pemkab Batanghari sudah mulai menggerakkan program-programnya dalam menekan pertumbuhan angka stunting.

BACA LAINNYA  Terkait PTT Titipan, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto: Sebut Saja Nama Yang Menitip

“Upaya kita saat ini sudah ada TPPS ya, (Tim Percepatan Penururunan Stunting) dan sekretariatnya ada di BPPKBP3A yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati H Bakhtiar dan juga dari stake holder lainnya juga turut membantu dalam hal ini, seperti Dinkes, Bappeda, Dinas Sosial yang berkaitan dengan stunting ini,” papar Ernawati.

Ernawati bertekad, Pemkab Batanghari mampu mengurangi angka stunting yang diketahui saat ini mencapai 24,5% dan masuk di posisi keenam se-Provinsi Jambi.

“Kami punya capaian target, pada tahun 2024 angka stunting ini bisa turun menjadi 14%,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Fadhil Arief Minta Pegawai Berikan Pengaruh Yang Baik Kepada Instansi

25 Juni 2022 - 09:17 WIB

Ketua Bamperda Akmaludin Minta OPD Buat Pergub Turunan dari Perda

23 Juni 2022 - 16:40 WIB

Kinerja ASN Buruk, Fadhil Arief Persilahkan Masyarakat Melapor

23 Juni 2022 - 15:03 WIB

Pemkab Batanghari Umumkan Kelulusan Calon Peserta JPTP

22 Juni 2022 - 22:35 WIB

Fadhil Arief Sebut, PNS Malas-malasan Akan Ditindak

22 Juni 2022 - 18:58 WIB

Ditanya Jurnalis Tentang Pilgub, Fadhil Arief: Itu Nanti, Kita Sudahi Janji Kita Dengan Rakyat

22 Juni 2022 - 12:32 WIB

Trending di Kabar Terbaru